Akibat Kekurangan Zat Besi

Anemia sering terjadi pada anak usia 1 sampai 3 tahun dikarenakan pada usia tersebut anak sedang masa aktif-aktif nya dan sering mulai memilih makanan. Biasanya seorang ibu memberikan makanan apa yang disuka oleh anak tersebut. Tidak lagi memperhatikan apakah makanan mengandung gizi, atau zat besi. Sebenarnya kekurangan zat besi dapat mengakibatkan anak menjadi kurang bergairah dan membuat sulit berinteraksi dengan dunia luar dan respon anak terhadapat dunia luar menjadi kurang, Padahal seusia mereka anak-anak sangat cepat dan tanggap terhadap lingkungan sekitar.

Pada dasarnya kekurangan zat besi bukan saja pada anak-anak saja tetapi juga sering pada masa kehamilan dimana seorang ibu juga membutuhkan zat besi untuk pembentukan darah, karena sebagian besar tubuh manusia membutuhkan darah dimana darah berguna sebagai transportasi oksigen keotak. Pada ibu hamil diperlukan oksigen bukan saja untuk ibu tetapi untuk calon bayi yang ada dalam kandungan karena kekurangan oksigen bayi mengalami hipoksia dimana artinya bayi kehilangan oksigen dan bayi akn mengalami distress janin ditambah darh sebagai taranportasi makanan dan pembetukan plasenta yang dapat membuat calon bayi bertumbuh dan berkembang serta menjadi lebih nyaman . Dan hal tersebut membuat bayi tidak terjadi kelahiran premature atau lahir sebelum waktunya.

Sedangkan pada ibu hamil diperlukan zat besi bukan hanya pada saat persalinan, antisipasi adanya perdarahan, tetapi bukan hanya itu saja pada saat persalinan ibu membutuhkan tenaga dan zat besi diperlukan untuk pembentukan darah yang dapat membuat ibu memiliki kekuatan dan tenaga pada saat persalinan.

Bahkan kekurangan zat besi dapat meyebabkan anemia yang bila terus menerus terjadi dapat menyebabkan pembengkakan pada otot jantung, dikarenakan pada saat jantung berkontraksi asupan darah diperlukan untuk membuat jantung bergerak dan memompa, dimana dari jantung keseluruh tubuh.  Jadi zat besi diperlukan bukan hanya ibu hamil, tetapi pada anak-anak, juga penting bagi semua usia. makanan yang mengandung zat besi seperti, kacang-kacangan, susu, daging, bayam, beras merah, sayur-sayuran berwarna hijau, buah pepaya, pisang dan masih banyak lainnya.

Ciri-ciri kekurangan zat besi pusing, suhu tubuh dingin, berkeringat, gampang capai, ngantuk, lemas, tidak bergairah, pusing, dan sempoyongan serta gampai sekali capai.

Untuk antisipasinya periksalah kadar Hb atau Hemaglobin anda per 6 bulan sekali, dan seringlah mengkomsumsi makanan yang mengandung zat besi, karena asupan zat besi dapat memproduksi pembentukan darah dimana darah diperlukan untukan penghantar oksigen pada otak, jantung, dan sampai keseluruh tubuh, penting bukan jangan a baikan zat besi dalam hidup anda.

(Dr.Lamrenta Simanjuntak/FJ/VBL)

About these ads

About labarasi

Guru Matematika

Posted on April 17, 2011, in Ilmu Pengetahuan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 113 pengikut lainnya.

    %d blogger menyukai ini: