Cara Mengatasi Sikap Dan Sifat Takabur

Ketaatan merupakan wujud dari keimanan, buah dari keyakinan bahwa hanya Allahlah yang wajib ditaati, dicintai, disembah dan ditakuti. Dengan kata lain, sadar dalam melakukan taat sebagai pengakuan terhadap kemaha besaran dan kemaha agungan Allah Swt. Allahu Akbar, hanya Allah yang Maha Agung.

Mafhum mukhalafah-nya atau dalam pengertian sebaliknya, agar timbul kesadaran untuk senantiasa patuh dan taat kepada Allah Swt, maka perbanyaklah membaca takbir, basahi selalu lisan kita dengan kalimah takbir, Allahu Akbar. Allah yang Maha Besar.

Dari sekian bentuk pengabdian kita kepada Allah yang disyariatkan oleh Junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw, hanya dalam ibadah shalatlah kita diajarkan paling banyak mengucapkan kalimat takbir, Allahu Akbar.Itulah sebabnya mengapa shalat oleh baginda Rasulillah Saw diproklamirkan sebagai tiang agama, sebagaimana sabdanya:

ومن ترك الصلاة فلا دين له والصلاة عماد الدين

Barang siapa yang meninggalkan shalat maka tidak ada agama baginya, karena shalat itu tiangnya agama” (HR. Imam Baihaqi)

Disamping adanya syariat membaca takbir yang berulang-ulang, shalat juga merupakan ibadah yang harus dilakukan berulang-ulang pula, minimal 5 kali dalam sehari semalam dalam bentuk shalat fardlu 5 waktu, serta shalatlah satu-satunya ibadah wajib yang termasuk rukun Islam yang diwajibkan kepada manusia tanpa memandang kaya atau miskin, kuat ataupun lemah.

Hal ini menunjukkan bahwa melalui ibadah shalat ini Allah mengajarkan kepada kita sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun -termasuk manusia- yang besar kecuali Allah Swt. Dengan kata lain, melalui shalat ini manusia selalu diingatkan untuk tidak merasa besar, menganggap dirinya lebih dari yang lain, berlaku sombong dan takabur, karena kesombongan hanya milik Allah, hanya Allah yang Maha Agung yang berhak sombong dan menyombongkan diri.

Oleh karena itu, sangatlah tidak pantas bagi manusia untuk menyombongkan diri. Tidak pantas bagi manusia untuk sombong karena kekayaannya, pangkatnya, jabatannya, kecantikannya, kegagahannya dan sebagainya, karena kesemuanya itu hanyalah pemberian dari Allah Swt yang Maha Kaya, Maha Tinggi, dan Maha Gagah.

Sombong atau takabur yaitu sikap suka membesarkan diri sendiri, menganggap diri lebih dari yang lain, adalah sikap dan sifat yang sangat dicela oleh syara. Merupakan penyakit hati dan termasuk ma’siat batin.

Setidaknya ada 3 predikat sebagai balasan bagi orang-orang yang menyombongkan diri:

1.        Orang-orang sombong sangat hina di hadapan Allah Swt. Sabda Nabi Saw:

يُحشَرالجَبَّارون المتكبرون يوم القيامة فى صورالذَر يَطاؤهم الناسَ ِلهَوائهم على الله عزوجل

“Orang-orang gagah yang membesarkan diri akan dikumpulkan pada hari qiyamat dengan rupa seperti semut hitam yang kecil, sementara mereka dijaga oleh manusi karena sangat hinanya di hadapan Allah Azza wa Jalla yang Maha Agung”.(Kitab Hidayatus Salikin, Syekh Abdus Shomad Al-Palembani).

2.        Orang-orang sombong sangat dibenci oleh Allah. Sabda Nabi Saw:

مَن تَعَظَّم فى نفسه واختالَ فى مَشِيَّته لَقِىَ اللهُ وهو عليه غَضْبان

Barang siapa merasa besar pada dirinya dan menyombongkan diri dalam berjalannya maka dia akan menemui Allah SWT, sedangkan Allah benci padanya”(HR. Bukhari, Ahmad dan Thabrani)

3.        Hanya nerakalah yang pantas sebagai balasan bagi orang-orang yang sombong. Firman Allah:

فَادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِين

“Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu” (QS. An-Nahl: 29)

Dan Firman-Nya:

أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْمُتَكَبِّرِينَ

“Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?” (QS. Az-Zumar : 60)

Kemudian sabda Nabi Saw:

لا يدخل الجنة من كان فى قلبه مثقال حبة من خردل من كبر

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada sebesar biji sawi dari sifat takabur” (HR. Thabrani, Hakim, Baihaqi dan Ahmad).

Syekh Abdus Shamad Al-Palembani dalam kitabnya Hidayatus Salikin memberikan tips agar terhindar dari sikap dan sifat suka menyombongkan diri dengan pesannya: “Seyogyanya  engkau i’tiqadkan bahwa dirimu itu hina daripada sekalian makhluk Allah dan hendaklah engkau memandang  seseorang itu lebih mulia daripada dirimu, oleh karena itu:

  1. Jika engkau melihat anak kecil maka katakan dalam hatimu bahwa anak-anak itu tidak pernah berbuat ma’siat kepada Allah, sementara aku suka berbuat ma’siat. Jadi tak ragu lagi bahwa anak kecil itu lebih mulia dari pada aku.
  2. Jika engkau lihat orang yang lebih tua darimu, katakan dalam hatimu bahwa orang tersebut telah beribadah kepada Allah lebih dahulu daripadaku, jadi tidak diragukan lagi bahwa ia lebih mulia dari aku.
  3. Jika engkau lihat orang-orang alim, maka katakan dalam hatimu bahwa mereka  telah diberi ilmu oleh Allah yang tiada diberikan-Nya kepadaku, jadi tidak ragu lagi kalau mereka itu lebih mulia daripadaku.
  4. Jika  engkau lihat orang bodoh, katakan dalam hatimu bahwa dia berbuat ma’siat kepada Allah karena kebodohannya, sedangkan aku berbuat ma’siat dengan ilmuku, maka tidak ragu lagi bahwa ia lebih mulia daripadaku.

Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa tidak kebaikan sama sekali bagi orang-orang yang berlaku sombong, dan Allah sangat benci kepadanya bahkan mengancam dengan menempatkannya di dalam neraka. Naudzubillahi min dzalik.

Kemudian agar kita terhindar dari penyakit sombong, harus selalu positif tinking, selalu memandang orang lain lebih baik daripada kita sehingga akan timbul sikaf tawadlu, selalu merendahkan diri dihadapan orang lain, apalagi di hadapan Allah Swt.

Oleh karena itu, marilah kita bermohon kepada Allah Swt, semoga kita diberi kemauan, kemampuan dan kekuatan untuk senantiasa berusaha berlatih diri untuk bersikap tawadlu, dan semoga Allah menjauhkan sikap dan sifat sombong pada diri kita. Amin ya Rabbal alamin.

About these ads

Tentang labarasi

Guru Matematika

Posted on Mei 1, 2011, in Islam. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. tidak satu jiwapun yang mau masuk neraka. semoga kita dijauhkan dari sifat sombong

  2. Satu sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT adalah sombong. Sombong adalah menganggap dirinya besar dan memandang orang lain hina/rendah :-) salam kenal mas,,

  3. wah…. balao.a SngT NgEbAnTu Qw bNgET Pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 105 pengikut lainnya.

    %d bloggers like this: