MEMBANGUN GENERASI BERKUALITAS

MEMBANGUN GENERASI BERKUALITAS

Oleh : Drs. H. Athor Subroto, M. Si
Dosen  Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri  (STAIN) Kediri

Setiap datang Tahun Ajaran Baru, orang tua dihadapkan dengan tugas besar. Tugas itu ialah, mencarikan sekolah untuk anak-anaknya. Kita tidak rela kalau anak-anak kita mendapatkan tempat pendidikan yang tidak berkualitas. Mesti kita mencarikan sekolah atau madrasah yang menjanjikan untuk masa depan mereka. Sebab, kalau salah memilih tempat belajar – bisa menjadi fatal akibatnya. Orang tua dan saudara-saudaranya ikut menanggung penderitaanya di masa tua. Sebab, bisa jadi anak itu akan menjadi fitnah dalam kehidupan.

Di dalam Surat Al Anfaal ayat 28, Allah SWT memperingatkan :

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”.  (QS. Al Anfaal: 28).

Kalau anak-anak hidupnya menjadi fitnah atau cobaan, sunggah tidak menggembirakan bagi orang tua. Membuat kesedihan dan malapetaka dalam hidupnya. Mengapa anak-anak bisa menjadi fitnah atau cobaan ? Tentu banyak sebab. Tetapi, penyebab utamanya ialah salah didik, salah asuh dan tidak tepat memilih sekolah yang layak bagi mereka.

Tidak salah, orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah favorit. Tidak keliru, orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah bergengsi. Tidak juga salah, orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah punya nama. Karena, sekolah yang favorit, bergengsi dan punya nama itu – mungkin dalam sejarahnya telah banyak berhasil mencetak anak didiknya menjadi orang penting dan sukses.  Namun, ada pula sekolah-sekolah pilihan seperti itu, membuat sejarah buruk dalam dunia pendidikan. Namanya menjadi turun, karena kekeliruan dalam pelaksanaan Ujian Nasional atau UNAS. Mereka khilaf, atau eror jalan fikiranya.

Karena itu, hendaknya harus kita perhatikan – bagaimana sekolah itu memberi porsi Pendidikan Agama Islam dengan baik kepada anak didiknya. Betapapun hebatnya sekolah itu, kalau tidak diajarkan nilai-nilai agama – akan menjadi pincang jadinya. Di sinilah, pentingnya sekolah menanamkan IMTAQ, iman dan taqwa – di samping IPTEK, ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua muatan itu, sudah ada di pondok-pondok pesantren dan madrasah.

Seorang ulama’besar di Indonesia, DR. KH. Musta’in Romli, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang mewanti-wanti, cetaklah generasi muda berotak German dan berhati Makkah. Artinya, kita hendaknya menyiapkan anak-anak yang menguasai IPTEK seperti hebatnya orang Jerman. Dan anak-anak yang kuat IMTAQ nya – seperti kokohnya iman dan taqwa orang-orang Makkah. Kalau kita gabung dua istilah penting itu – menjadi kalimat IPTEK dan IMTAQ. Walau kedengarannya, dua istilah itu sudah out of date, sudah kuno, tetapi makna filosofinya sangat tinggi dan masih tetap aktual.

Sayidina Ali bin Abi Thalib ra, beliau adalah sahabat Nabi SAW yang mendapat gelar gudangnya ilmu – pernah mengatakan,

“Didiklah anak-anakmu (dengan baik), karena sesungguhnya mereka adalah (bangsa yang akan hidup) di zaman yang (jauh) berbeda dengan zamanmu”.

Dua puluh atau lima puluh tahun ke depan, atau bahkan seratus tahun lagi, hiruk pikuk dan tantangan dunia – jauh lebih besar dari pada saat ini. Peralatan teknologi akan lebih canggih daripada sekarang. Sulitnya mencari nafkah, sudah tidak bisa diprediksi lagi. Banyaknya tantangan dan hambatan sudah tak terkirakan lagi. Arus era global yang menggelobal sudah tidak dapat dibendung lagi. Hanya ketangguhan IPTEK dan kokohnya IMTAQ yang dapat kita andalkan. Tanpa itu, jangan diharap – dzurriyah kita akan bisa hidup sebagaimana harapan agama. Yaitu, generasi yang kokoh lahir dan batin.

Bisa jadi, saking ketatnya persaingan hidup, orang akan menjadikan kepalanya sebagai kaki, dan menjadikan kakinya sebagai kepala.  Layaknya, hidup ini bejungkir balik. Membanting tulang dan memeras keringat. Kalau anak-anak kita tidak memiliki IPTEK dan IMTAQ yang kuat, tentu akan tertinggal dan larinya tunggang langgang. Tak tentu arah, karena tidak mempunyai ilmu dan tidak mempunyai pegangan yang kokoh.

Janganlah hendaknya kita meninggalkan generasi yang lemah. Janganlah kita meninggalkan generasi yang tidak kuat – baik jasmani, rohani, ilmu pengetahuan, ekonomi, iman dan taqwanya. Mari kita simak peringatan Allah SWT di dalam Surat An Nisaa’ayat 9:

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (QS. An Nisaa’:9).

Kalau kita perhatikan peringatan Allah SWT ini, menuntut diri kita untuk benar-benar mempersiapkan anak-anak kita menjadi generasi yang tangguh. Generasi yang mampu menciptakan dan sekaligus menguasai IPTEK pada zamannya. Dan, memegang teguh IMTAQ sebagai pengendali dan pembimbing kehidupannya. Firman Allah SWT :

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”.(QS. Al Baqarah: 2)

Sebagai orang tua, kita mesti memperhatikan kualitas sumberdaya daya mansia yang dimiliki anak. Bagimana pendidikan anak-anak kita.  Dan bagaimana agama anak-anak kita. Mereka harus lebih maju daripada orang tuanya. Mereka akan menghadapi dunia pada zaman yang jauh lebih maju daripada kita.

Materi dan tujuan pendidikan terhadap anak sangat tegas dijelaskan oleh Allah SWT dalam kisah Luqman sebagai berikut ini.

“Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (QS. Luqman:17).

Dalam ayat ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan anak untuk menyembah Allah SWT, menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran.

Allah juga menegaskan betapa pentingnya menguasai langit dan bumi, kemudian kita kuasai dan diambil manfaat dari keduanya. Diadakan observasi yang seluas-luasnya apa yang ada di angkasa raya. Dan kita gali kekayaan yang ada dalam perut bumi – untuk kepentingan dan kemaslahatan umat manusia.

Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surat Ar Rahman ayat 33.

“Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan”. (QS. Ar-Rahman:33).

Firman Allah SWT dalam Surat Ar-Rahman ayat 33 tadi, menunjukkan betapa pentingnya manusia menguasasi teknologi canggih untuk mengelola jagat raya ini. Sehingga, sumberdaya alam yang ada dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besar kepentingan umat manusia di muka  bumi. Bagaimana bisa menerobos langit dan menembus bumi, kalau tidak memiliki teknologi canggih.  Namun, teknologi canggih itu terbukti belum cukup memenuhi syarat – untuk mengelelola bumi dan langit dengan baik, kalau tidak mengikuti petunjuk agama. Sebab, tanpa agama, manusia bisa serakah. Menyedot kekayaan alam tanpa batas. Akibatnya, musibah dan bencana alam datang bertubi-tubi, silih berganti. Oleh karena itu, mari kita siapkan anak-anak kita sebagai generasi yang berkualitas lahir maupun batin.

Semoga kita tidak salah pilih mencarikan tempat pendidikan anak-anak kita di masa yang akan datang. Amin.
———–
Download Artikel ini dalam versi word document [Klik Disini]

Iklan

About labarasi

Guru Matematika

Posted on Desember 9, 2010, in Ilmu Pengetahuan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • %d blogger menyukai ini: