Tukang Cukur & Pelanggannya

Seperti biasanya, seorang laki-laki, sebut saja Yono, selalu datang ke sebuah Barber Shop untuk memotong rambutnya. Ia pun memulai pembicaraan yang hangat dengan tukang cukur yang melayaninya. Berbagai macam topik pun akhirnya jadi pilihan, hingga akhirnya Tuhan jadi subyek pembicaraan. “Pak Yono, saya ini tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti yang anda katakan tadi,” ujar si tukang cukur. Mendengar ungkapan itu, Yono terkejut dan bertanya, “Mengapa bapak berkata demikian?”. “Mudah saja, anda tinggal menengok ke luar jendela itu dan sadarlah bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Tolong jelaskan pada saya, jika Tuhan itu ada, mengapa banyak orang yang sakit? mengapa banyak anak yang terlantar? Jika Tuhan itu ada, tentu tidak ada sakit dan penderitaan. Tuhan apa yang mengijinkan semua itu terjadi…” ungkapnya dengan nada yang agak tinggi.

Yonopun berpikir tentang apa yang baru saja dikatakan si tukang cukur. Namun, ia sama sekali tidak memberi respon atas pernyataan tersebut agar tidak lebih meluas lagi. Ketika tukang cukur selesai melakukan pekerjaannya, Yonopun berjalan keluar dari tempat itu. Baru beberapa langkah, ia berpapasan dengan seorang laki-laki berambut panjang dan jambangnya pun lebat. Sepertinya ia sudah lama tidak pergi ke tukang cukur dan itu membuatnya terlihat tidak rapi. Yono kembali masuk ke dalam tempat cukur dan kemudian berkata pada si tukang cukur, “Tukang cukur itu tidak ada….!”. Tukang cukur pun terkejut dengan perkataan Yono tersebut. “Bagaimana mungkin tidak ada tukang cukur? Buktinya adalah saya. Saya ada di sini dan saya adalah seorang tukang cukur,” sanggahnya. Yono kembali berkata tegas, “Tidak, mereka tidak ada, jika mereka ada, tidak mungkin ada orang yang berambut panjang dan berjambang lebat seperti pria di luar itu”. “Ah, anda bisa saja… Tukang cukur itu selalu ada di mana-mana. Yang terjadi pada pria itu adalah bahwa dia tidak mau datang ke tempat saya untuk dicukur,” jawabnya tenang sambil tersenyum. “Tepat!” tegas Yono. “Itulah poinnya. Tuhan itu ada. Yang terjadi pada umat manusia itu adalah karena mereka tidak mau datang mencari dan menemuiNya. Itulah sebabnya mengapa tampak begitu banyak penderitaan di seluruh dunia ini…”

Disadari, memang ada diantara sebagian manusia yang terkadang meragukan keberadaan Allah hanya karena mereka tertimpa musibah menurut pemikirannya, seperti wabah demam berdarah misalnya yang terjadi hampir terjadi di setiap sudut gang kampung masyarakat kita saat ini. Masyarakat demikian perlu dimaklumi dan disadarkan bahwa mereka tidak tahu dan kurang menggunakan akal dan hatinya untuk mengamati tanda-tanda kebesaran Allah, dan untuk kemudian tunduk kepadaNya dan mengakui eksistensiNya.

Tidak ada orang beriman yang tidak menyakini keberadaan Allah. Hal lain yang biasanya kita lupakan dalam kesibukan sehari-hari adalah betapa besarnya karunia kesehatan. Seseorang yang diberi kesehatan terus-menerus dan tidap pernah menderita sakit, mudah saja melupakan nikmatNya. Akan tetapi, ketika ia menderita suatu penyakit, ia baru menyadari bahwa kesehatan merupakan nikmat dari Allah. Bahkan, saat menderita sakit yang tidak dapat disembuhkan, seseorang yang belum pernah berdo’a sebelumnya tiba-tiba merasa perlu memohon kepada Allah untuk disembuhkan. Ia berdo’a dengan tulus ikhlas. Inilah sebabnya, seseorang bisa dekat dengan Tuhannya ketika dirinya tidak berdaya.

Firman Allah dalam Surat Al Fushshilat (QS. 41:51) ; ”Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdoa”. Kemudian dalam ayat lain Allah juga mengingatkan; “Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertobat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat daripada-Nya, tiba-tiba sebahagian daripada mereka mempersekutukan Tuhannya“. (QS. Ar Ruum, 30: 33). Kita diberikan sakit karena Allah itu ada, dan Dia sayang kepada kita, karena sifatNya yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Innallaaha bin-naasi lara uufur rahim. Amin.

Sumber : Radjaebookgratis

About labarasi

Guru Matematika

Posted on Desember 22, 2010, in Filsafat. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. betul…betul…betul… betul itu!!

  2. perumpamaan yang sangat mudah untuk diterima oleh akal. karena ISlam itu benar dan kebenaran adalah bisa diterima oleh akal…

    salam hangat dari choirul huda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • %d blogger menyukai ini: