Sebaiknya Banyaklah Memberi, Bukan Banyak Menerima

“Yang harus kalian ingat anak-anakku, Jangan cepat menyerah, Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya”, begitu kira-kira pesan Pak Cik sebelum meninggal di ruang kelas SD Muhammadiyah di Pulau Belitong yang dipimpinnya.

Lengkaplah tugas Pak Cik sebagai ’pahlawan’ dan guru bagi Laskar Pelangi.  Pahlawan memang harus mati, tetapi cita-citanya abadi.  Bahkan semasa hidupnya, Pak Cik pernah berucap kepada ibu guru Muslimah ”Tugas kita adalah meyakini anak-anak agar mereka berani punya cita-cita.”

Saya tersentak, tertegun, terharu, tersenyum dan tertawa sekaligus saat menonton film layar lebar Laskar Pelangi yang kedua kalinya bersama dengan istri dan anak saya yang disiarkan oleh salah satu TV swasta nasional.

Film hebat ini diangkat dari novel karya Andrea Herata yang ’dibesarkan’ oleh Kick Andy. Disana ada sosok ibu guru Muslimah yang penuh dedikasi. ”Mimpi aku bukan jadi istri saudagar.  Mimpi aku jadi guru.”

Disana ada guru kepala Pak Cik yang punya pandangan jauh ke depan dengan pesan moral yang jelas.  Disitu ada Ikal ’Andrea Herata’ yang ketika masih anak picisan sudah ’bermain cinta’ dengan A Ling saudara sepupu A Kiong sahabat Ikal.

Dengan prestasi sekolah biasa-biasa saja, kini hadir Andrea Herata yang fenomenal.  Benar kata Pak Cik bahwa ”Kecerdasan diukur bukan dengan angka, tapi dengan hati.”  Bisa jadi Ikal tidak menjadi Andrea Hirata yang sekarang kalau tidak terusik hatinya saat mengambil orderan kapur tulis untuk sekolahnya  di toko tempat kerja A Ling.   Romantisme diperlukan ditengah kepedihan.

Di Laskar Pelangi kita bisa saksikan seorang ’jenius alami’ Lintang yang semangatnya tidak pernah luntur.
Dengan tindakan nyata tanpa banyak cerita, Lintang yang datang sekolah lebih awal dan bertemu buaya ketika menuju sekolah, berhasil mengantarkan sekolahnya menjadi juara Cerdas Cermat.

’Sayang’ dia yang datang ke sekolah lebih awal terpaksa harus meninggalkan sekolah lebih awal karena tidak bisa melanjutkan sekolah ketika orang tuanya meninggal.  Tetapi mungkin itu juga yang melecut hati Ikal belajar lebih jauh. Seringkali kita perlu contoh tragis agar terinspirasi.

Bangsa ini memerlukan banyak ’Pak Cik’, banyak ’ibu guru Muslimah’ dan banyak ’Lintang’.  Bangsa ini perlu lebih banyak orang yang berprinsip lebih baik memberi daripada menerima.  Bangsa ini perlu lebih banyak anak muda yang bisa memberi inspirasi atau terinspirasi.

Mengomentari Pak Cik yang meninggal di tempat tugas, ”Siapa yang jadi guru setelah Pak Cik meninggal?
Dan saya tersadar bahwa film Laskar Pelangi sudah usai diputar.  Sekarang kita kembali ke realita, untuk memajukan bangsa ini.

Bisa jadi kita sedang menunggu siapa yang jadi ’Pak Cik’ untuk memajukan Indonesia. Tentu kita perlu banyak ’Pak Cik’.  Pak Cik di Laskar Pelangi sudah mati dan jadi pahlawan, dan biarkan beliau menikmati kepahlawanannya.

Kita lanjutkan cita-citanya sebagai inspirasi untuk memajukan Indonesia.  Siapa yang seharusnya menjadi Pak Cik-Pak Cik baru? Mengapa bukan kita saja yang menjadi Pak Cik yang baru?

Sebuah kisah nyata tentang keajaiban memberi saya baca disebuah buku. Kembali merenungkan berbagai hikmah memberi dan terngiang kembali pesan Pak Cik dalam film Laskar Pelangi

”Yang harus kalian ingat anak-anakku, Jangan cepat menyerah, Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya”.

Pada suatu hari, seorang petani Skotlandia yang hidup miskin mendengar tangisan seorang anak kecil yang terperosok ke dalam lumpur. Sang anak masuk kedalam lumpur yang amat berbahaya. Sang petani tersebut bernama Fleming, ia dengan cepat membantu si anak kecil keluar dari lumpur tersebut.  Anak itu pun selamat dan dapat kembali ke rumahnya.

Keesokan harinya, ayah dari sang anak yang diselamatkan oleh Fleming datang kerumahnya. Sang Ayah ini mengucapkan terima kasih kepada Fleming. Kebetulan ia salah satu orang kaya. Ia menawarkan apa saja yang diinginkan oleh FLeming sebagai ucapan terima kasih atas jasa fleming menyelamatkan anaknya.

Namun Fleming dengan rendah hati menolaknya, karena ia melakukan hal tersebut dengan sukarela.
Namun sang ayah dari anak yang diselamatkan ini mengajukan satu permintaan.Karena ia melihat ternyata Fleming juga memiliki seorang anak. Ia melihat kondisi rumah Fleming yang kecil dan kehidupannya yang miskin, pastilah Fleming tidak mampu membiayai sekolah anaknya hingga level universitas.

Maka Orang kaya ini menawarkan akan membiayai sekolah anak Fleming hingga level universitas.
Tahun demi tahun berlalu, Anak Fleming kemudian dimasukkan ke universitas terbaik saat itu, yaitu St. Marys Hospital Medical School di London. Syukurnya anak fleming juga tidak menyia nyiakan kesempatan yang diberikan orang kaya tersebut.

Anak Fleming belajar dengan tekun dan menjadi sangat terkenal. Ia menemukan sebuah obat yang bernama Penicilin. Anak Fleming ini bernama Sir Alexander Fleming. Bertahun tahun kemudian, anak si orang kaya yang membiayai kuliah fleming terserang pneumonia.

Saat itu , tahukah anda satu satunya obat yang mampu menyelamatkan sang anak adalah Penicilin.
Ya penicilin yang ditemukan oleh alexander fleming. Nama anak orang kaya tersebut adalah Sir Winston Churchill.

Kisah nyata ini kembali meneguhkan keajaiban memberi. Setiap perbuatan baik akan mengembalikan perbuatan baik yang lebih besar kepada kita. Banyaklah memberi karena kebahagiaan itu terletak dari banyaknya kita memberi, bukan dari banyaknya kita menerima.

“Rahasia kemakmuran adalah kedermawanan, karena dengan membagi kepada orang lain, hal baik yang akan diberikan dalam kehidupan kita, bahkan berkelimpahan. ”
– J. Donald Walters, penulis dan pengajar asal Rumania , tinggal di India

‘Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan : ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab – Ku sangat pedih’.Q.S Ibrahim (14)

Sumber : http://www.lkc.or.id/

About labarasi

Guru Matematika

Posted on April 15, 2011, in Islam and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. www.belajarbhsarab.com

    tulisannya sangat baik, namun pengamalannya butuh kesabaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • %d blogger menyukai ini: