KELENJAR ADRENAL

Hampir semua orang mengetahui bahwa ada dua ginjal dan bahwa keduanya sangat penting, tetapi kebanyakan orang tak mengetahui bahwa ada dua potong jaringan kecil yang beratnya masing-masing 5-6 gram di atas kedua ginjal yang juga amat penting.

Saat kita mengamati kelenjar-kelenjar ini, yang dikenal dengan nama kelenjar adrenal, masing-masing adalah sebuah laboratorium yang terpisah. Yang pertama adalah bagian luar kelenjar adrenal (korteks adarenal), yang menghasilkan tiga hormon; yang kedua adalah bagian dalam kelenjar adrenal (medulla adrenal), yang menghasilkan dua hormon. Hormon-hormon yang dihasilkan oleh kedua kelenjar ini sangat penting sehingga pelepasan terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon-hormon itu akan menyebabkan kematian.

Sistem Pertahanan Diri

Sebagian orang berutang nyawa pada suatu hormon ajaib bernama adrenalin: saat orang-orang ini dalam bahaya, cairan ini membuat mereka lebih kuat, lebih cekatan, lebih cepat, dan lebih siaga. Hormon ini bahkan menggandakan kemampuan fisik seolah-olah orang-orang itu telah meminum ramuan amat mujarab untuk memberi mereka kekuatan. Misalnya, seorang pilot menyadari kerusakan mesin di pesawatnya saat terbang. Setelah kerusakan mesin, yang mengancam akan menjatuhkan pesawatnya, si pilot berjiwa pahlawan ini mendaratkan pesawatnya dengan aman di bandara, menyelamatkan nyawa ratusan penumpang. Tetapi, ada suatu hal yang sangat penting yang biasanya dilupakan wartawan: yang menyelamatkan nyawa pilot dan para penumpang adalah cairan hebat tersebut di atas.

Cairan ini mengirimkan tanda bahaya ke sel-sel otak si pilot, menyebabkan lebih banyak darah dan gula dikirimkan ke otak dan membuatnya lebih siaga. Pada saat yang sama, cairan ini meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga ia mampu bergerak lebih cepat dan lebih siaga. Daya tampung sistem pernapasannya naik sehingga ia mampu menggunakan lebih banyak oksigen (dan lebih banyak darah yang dapat mengalir ke sel-sel otak dan ototnya). Otot dan anggota badannya menjadi lebih sangat terpusat dan peningkatan kadar gula darahnya memberinya tenaga tambahan yang dibutuhkannya.

Adrenalin (epinefrin) dihasilkan dan disimpan dalam medulla adrenal — bagian dalam kelenjar adrenal. Setiap orang memiliki hormon ini di dalam dirinya sepanjang hidupnya; Anda memilikinya di dalam diri Anda saat ini. Jika dibutuhkan, kelenjar adrenal akan menghasilkannya sehingga Anda dapat menjadi lebih kuat, lebih cepat, dan jauh lebih siaga. Jika dalam bahaya, Anda akan diberikan kekuatan sekitar dua kali lipat biasanya sehingga dapat melawan sumber bahaya (atau melarikan diri darinya) untuk menyelamatkan hidup Anda.

Meskipun merupakan salah satu hormon penting, anehnya kadar adrenalin di dalam aliran darah sangat kecil daripada kerja yang dilakukannya. Telah dihitung bahwa, misalnya, jika jumlah darah dalam tubuh kita setara dengan sebuah danau bergaris tengah 100 meter dan kedalaman dua meter, adrenalin di dalam darah kita akan sama dengan sesendok teh cairan yang dituangkan ke dalam danau.

Pengaruh kuat sedikit saja cairan ini di dalam tubuh manusia adalah hasil rancangan yang menakjubkan. Saat memandang sistem fungsi hormon adrenalin, kita dapat memahami lebih nyata kesempurnaan ciptaan Allah. Kebutuhan fisik orang biasa tentunya tak akan sama dengan orang yang sedang dalam bahaya. Bayangkan kebutuhan orang yang menghadapi sebuah keadaan berbahaya: ia harus cepat, ototnya harus bekerja lebih cepat, tekanan darahnya harus meningkat, dan jantungnya harus berpacu lebih cepat. Maka, ia akan mampu berlari lebih cepat, melarikan diri lebih cepat, atau berkelahi lebih kuat melawan bahaya. Bagaimanakah ini terjadi?

Saat ada bahaya, tombol peringatan di dalam tubuh ditekan, dan otak mengirimkan perintah secepat kilat ke kelenjar adrenal. Sel-sel di bagian dalam kelenjar adrenal lalu beralih ke keadaan siaga dan melepaskan hormon adrenalin untuk menghadapi keadaan darurat. Molekul-molekul adrenalin bercampur dengan darah dan menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Molekul-molekul adrenalin memiliki fungsi khusus dalam pembuluh vena dan arteri yang memastikan bahwa organ-organ penting menerima lebih banyak aliran darah di saat bahaya, dan karena itu, molekul-molekul ini melebarkan pembuluh darah menuju jantung, otak, dan otot. Sel-sel yang mengelilingi pembuluh mematuhi adrenalin dan mengalirkan lebih banyak darah yang dibutuhkan jantung. Dengan cara ini, darah tambahan yang dibutuhkan oleh otak, otot, dan jantung dapat dipasok.

Sambil melebarkan pembuluh darah ke jantung, otak, dan otot, adrenalin menyempitkan pembuluh yang mengalir ke hati dan kulit untuk memastikan adanya bantuan tambahan yang dibutuhkan tubuh. Ada satu alasan lagi bagi penurunan jumlah darah yang dipompakan ke kulit: dalam hal kemungkinan luka, jumlah darah yang hilang dapat dikurangi. Karena itu, penyebab pucatnya kulit jika kegemparan yang berlebihan adalah karena jumlah darah yang dipompa ke kulit lebih sedikit.

Kesalahan tak pernah terjadi yang melebarkan pembuluh ke jantung (atau otak) yang menyempitkan pembuluh ke hati (atau kulit); molekul adrenalin mengetahui apa yang harus dilakukan. Hormon kecil renik ini mengatur garis tengah ratusan pembuluh darah di dalam tubuh Anda ke mana darah harus diarahkan.

Bagi setiap organ tubuh, kerja adrenalin berbeda; ketika menuju pembuluh darah, molekul adrenalin menyebabkan pembuluh melebar; ketika menuju jantung, molekul mempercepat penegangan sel-sel jantung. Ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan menyalurkan tenaga tambahan yang dibutuhkan otot.

Ketika molekul adrenalin mencapai sel-sel otot, otot dapat menegang jauh lebih kuat. Molekul adrenalin yang masuk ke hati memerintahkan sel-sel yang ada di sana agar mencampur gula dengan darah. Ini menyebabkan jumlah gula darah meningkat dan mengalirkan bahan bakar tambahan yang dibutuhkan otot.

Kegiatan hormon adrenalin di dalam tubuh ini membutuhkan kecerdasan, pengetahuan, dan keahlian tinggi. Molekul kecil ini mengetahui apa yang harus dilakukan dan kapan; ketika tubuh tak memerlukannya, tanda bahaya tak pernah dibunyikan. Selain itu, molekul adrenalin sangat memahami ke sel mana harus menuju, dan perintah seperti apa harus diberikan. Lebih-lebih, hal ini menunjukkan bahwa molekul adrenalin sangat akrab dengan sel-sel, organ-organ beserta fungsi-fungsinya, dan tak pernah membuat kesalahan seperti kapan tubuh harus keluar dari keadaan darurat.

Jika membuat kesalahan seperti itu, tubuh akan rusak dan tak dapat diperbaiki. Tetapi, molekul kecil ini berfungsi dengan kesadaran tajam akan tanggung jawabnya. Bagaimanakah mungkin cairan tak bernyawa dan tak sadar, tanpa otak, mata, atau pengetahuan dan terbentuk dari gabungan atom-atom yang terlalu kecil untuk dilihat mata dapat bertindak dengan cara yang amat cerdas, teratur, dan terjadwal?

Ini jelas menunjukkan bahwa setiap molekul dalam tubuh kita diciptakan oleh Allah dan bahwa, sepanjang hidup kita, setiap kegiatan dikendalikan oleh kekuatan, kehendak, dan perintah Allah. Setelah memahami bagaimana tubuh bekerja secara rinci, tak seorang pun yang berakal dapat menyatakan bahwa makhluk hidup, sel, hormon, molekul atau atom, adalah hasil sebuah kebetulan yang tak bertujuan. Keperkasaan, kekuatan, serta pengetahuan cerdas dan hebat Allah, yang disaksikan oleh penciptaan, terwujud di setiap tempat dan setiap saat. Sebagaimana dikatakan Al Qur’an:

“Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.” (QS An-Nisa, 4: 126)

10 Juta Manusia dan 1 Gram Hormon Aldosteron

Untuk bertahan hidup, tak terhitung keseimbangan harus setiap saat dipertahankan di dalam tubuh Anda. Sebagai orang yang menjalani hidup kesehariannya, manusia tak menyadari satu pun keseimbangan itu. Misalnya, detik ini, berbagai sistem mengatur tekanan darah Anda. Hormon “aldosteron” yang dihasilkan kelenjar adrenal bertugas mencegah penurunan tekanan darah Anda dan mengatur keseimbangan natrium di dalam tubuh Anda.

Di dalam tubuh Anda, ada sedikitnya satu per sepuluh juta gram aldosteron. Penelitian menunjukkan bahwa dari 1 ton kelenjar adrenal, hanya 10 mg aldosteron dilepaskan. Untuk mendapatkan 1 gram aldosteron, kita harus mengumpulkan aldosteron yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal 10 juta orang. Tubuh manusia diciptakan dalam keseimbangan yang amat teliti sehingga kekurangan sedikit saja hormon ini dapat menyebabkan kematian.

Sebagaimana dijelaskan di atas, aldosteron berfungsi ganda: meningkatkan kadar natrium (Na+) di dalam darah, dan meningkatkan tekanan darah. Keduanya saling berhubungan erat dan aldosteron adalah larutan yang dirancang cermat untuk memenuhi kedua kebutuhan ini sekaligus. Jika jumlah natrium di dalam darah meningkat, kadar cairan di dalam darah juga meningkat. Ini disebabkan molekul-molekul air berkecenderungan bergerak ke arah di mana banyak natrium.

Di sini, kita melihat kehebatan rancangan aldosteron. Di satu sisi, hormon ini meningkatkan jumlah natrium; di sisi lain, menggunakan kemampuan natrium menyerap cairan. Saat kadar natrium di dalam darah menurun, aldosteron memperingatkan sel-sel di tabung-tabung kecil di ginjal. Sel-sel ini menangkap ion natrium di dalam air seni dan menyerapnya. Ini menyebabkan ion natrium memasuki sel-sel yang membentuk tabung-tabung itu, dan dari sana kembali dilepaskan ke dalam darah.

Lewat cara ini, jumlah natrium ditingkatkan, keseimbangan ion dipertahankan, jumlah cairan di dalam darah ditingkatkan, dan tekanan darah dikembalikan ke tingkat yang wajar. Ketika ion natrium dalam tabung-tabung kecil di ginjal dipulihkan, ion kalium (K+) dilepaskan dari darah ke air seni karena kadar natrium dan kalium di dalam darah harus di tingkat yang amat tertentu. Kadar mineral sangat penting untuk memastikan keseimbangan asam-basa cairan di dalam dan di luar sel, dan supaya sistem syaraf dapat berfungsi tepat.

Aldosteron dihasilkan di bagian luar kelenjar adrenal. Sel-sel di bagian ini tak pernah melihat sel-sel ginjal (dan tak ada peluang kedua kelompok bertemu). Bagaimanakah sel-sel ini mengetahui cara menghasilkan hormon yang tepat untuk penyerapan kembali natrium dan pelepasan kalium? Bagaimanakah kelenjar adrenal mengetahui bagaimana menyeimbangkan elektrolit dan melepaskan kalium? Kebanyakan orang tak menyadari bahwa ion-ion ini ada dalam tubuh mereka.

Setiap sel di dalam tubuh manusia diciptakan untuk memenuhi fungsi khusus; sel diberi kemampuan khusus dan diletakkan di tempat menjalankan fungsinya. Pendeknya, seorang manusia diciptakan, dan setiap ciri tubuhnya menjadi bukti penciptaan.

“Yang kepunyaanNya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya). Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS Al-Furqan, 25: 2)

Sebuah Perencanaan yang Tanpa Cela

Sistem berikutnya yang akan kita amati merupakan keajaiban perencanaan dan rancangan. Sambil menelaah cara kerja sistem ini, kita harus bertanya, “Dapatkah sistem ini terbentuk sebagai hasil ketaksengajaan yang tak sadar?”

Pertanyaan ini penting karena waktu, kebetulan, dan hasil-hasil hukum alam adalah alasan-alasan yang ditawarkan oleh dusta terburuk sepanjang zaman atas penolakannya terhadap keberadaan Allah; teori evolusi mendasarkan penjelasannya tentang perkembangan makhluk hidup di atas landasan ini.

Tipuan evolusi mengatakan bahwa manusia dan segala sesuatu menjadi ada karena kebetulan. Akan tetapi, sistem yang akan kita amati sendiri cukup untuk mengungkapkan keadaan sesungguhnya dongeng kebetulan dan menunjukkan upaya tipudaya evolusi.

Sistem ini dibangun sehingga akan bekerja saat tekanan darah menurun. Sistem memulai perannya saat tekanan darah turun di bawah nilai tertentu, bagaikan sebuah sensor tanda bahaya kebakaran yang dirancang untuk mengenali asap yang berasal dari kebakaran.

Saat tekanan darah menurun, alarm berbunyi karena tekanan darah yang rendah dapat berakibat sangat gawat. Saat alarm berbunyi, serangkaian tindakan harus dilakukan untuk menaikkannya. Tindakan ini mencakup hal-hal berikut:

1. Pembuluh darah harus menyempit (penyempitan ini akan menyebabkan naiknya tekanan darah, sebagaimana selang kebun yang ditekan di ujungnya).

2. Lebih banyak air diserap ginjal dan dicampur dengan darah untuk menaikkan kadar cairan darah.

3. Orang harus dipaksa meminum air sesegera mungkin.

Sebuah sistem tanpa cela telah ditempatkan di kedalaman tubuh manusia untuk menjalankan tindakan-tindakan ini. Ketika tekanan darah menurun (atau jumlah natrium di dalam darah menurun), sel-sel tertentu di ginjal menyadari masalah ini. Sel-sel jukstaglomerular melepaskan suatu zat amat penting yang disebut “renin”.

Sebuah keajaiban bahwa sel-sel ini dapat mengenali penurunan tekanan darah atau jumlah natrium yang ada dan kemudian melepaskan renin, mata pertama dalam rantai panjang yang menaikkan tekanan darah.

Di dalam plasma darah, ada sebuah protein yang biasanya berpengaruh netral saat beredar di dalam darah. Protein ini, yang disebut angiotensiogen, dihasilkan di dalam hati. Tahap pertama perencanaan yang luar biasa dimulai di sini. Angiotensiogen dan renin tidak memiliki fungsi sendiri, tetapi keduanya dirancang khusus untuk saling menyatu. Bagaimanakah mungkin keduanya dapat dibentuk khusus seperti balok-balok logo yang dirancang untuk benar-benar saling cocok?

Pikirkan hal berikut: sel-sel ginjal dan sel-sel hati letaknya berjauhan. Bagaimanakah mungkin satu kelompok sel ini menghasilkan satu bagian (renin), dan kelompok lain menghasilkan bagian lain (angiotensiogen) sedemikian rupa sehingga benar-benar cocok dengan yang pertama? Dapatkah ini terjadi sebagai akibat kebetulan yang tak sadar?

Tentunya tidak! Tidak mungkin proses seperti ini terjadi tak sengaja.

Renin mengubah susunan molekul angiotensiogen, menyebabkan pembentukan molekul baru, angiotensin I:

Renin + Angiotensiogen = Angiotensin I

Molekul baru ini juga tak berfungsi. Ditemukan di dalam paru-paru, sebuah enzim pengubah angiotensin (yaitu, ACE) berfungsi memecah molekul angiotensin I. Karena enzim inilah, angiotensin I berubah menjadi molekul lain, angiotensin II.

Angiotensin I + ACE = Angiotensin II

Dua molekul berbeda yang dihasilkan di dalam ginjal dan hati saling mempengaruhi dan menghasilkan molekul baru. Sel-sel paru-paru yang tidak berhubungan dengan sel-sel ginjal dan sel-sel

hati menghasilkan enzim untuk menyatu dengan molekul baru ini. Selain itu, sel-sel paru-paru menghasilkan enzim ini jauh sebelum bergabung dengan molekul baru tersebut. Bagaimanakah sel-sel itu menghasilkan enzim yang tepat untuk suatu proses yang belum terbentuk agar berinteraksi dengan suatu zat yang belum dihasilkan? Bagaimanakah sel-sel ini mengetahui cara membuat enzim yang akan mengubah hormon yang tak berfungsi menjadi berfungsi?

Lagi-lagi, jelas bahwa setiap tahap merupakan suatu sistem yang dirancang. Angiotensin II yang dihasilkan sebagai akibat tahap-tahap ini adalah bukti rancangan dan perencanaan. Enzim ini memiliki dua fungsi penting yang akan mengarahkan sistem ke hasil akhir yang diinginkan: fungsi pertama adalah menyempitkan pembuluh-pembuluh darah (yang pertama dari ketiga hasil yang diharapkan sebagaimana kami sebutkan di awal bab ini). Angiotensin II merangsang otot di sekitar pembuluh darah dan mengaktifkan mekanisme yang mengerutkan otot. Dengan cara ini, otot mengerut untuk menyempitkan pembuluh darah dan menaikkan tekanannya.

Dapatkah ini terjadi secara kebetulan yang tak sadar? Lagi-lagi, tidak mungkin; angiotensin II dirancang khusus untuk menyempitkan pembuluh darah dan tak mungkin ada kebetulan di dalam rancangan tanpa cela ini.

Satu fungsi penting angiotensin II lainnya adalah mengajak hormon aldosteron yang menakjubkan untuk bekerja. Angiotensin II mencapai kelenjar adrenal dan memberikan perintah agar melepaskan aldosteron. Inilah satu lagi bukti adanya perencanaan: saat bercampur dengan darah, aldosteron menyebabkan ginjal menyerap cairan di dalam air seni.

Akibatnya tekanan darah naik. Inilah hasil kedua yang kta inginkan.

Zat yang dihasilkan dalam usaha bersama (dan menurut perencanaan ginjal, paru-paru, serta hati) menyebabkan pelepasan hormon yang menghasilkan peningkatan tekanan darah. Karena itu, penting sekali bahwa sel-sel ginjal, paru-paru, dan hati membentuk suatu kesatuan.

Sebelum segalanya terjadi, kesatuan ini harus menyelidiki dan mengkaji apakah yang harus dilakukan saat tekanan darah menurun untuk memutuskan jalan terbaik “menyempitkan pembuluh darah” dan “memastikan pelepasan aldosteron”.

Lalu, organ-organ ini lagi-lagi harus menyelidiki dan mengkaji bentuk dan susunan kelenjar adrenal dan sel-sel otot pembuluh darah serta menentukan cara kerjanya. Selanjutnya, organ-organ harus menentukan molekul-molekul pembentuk Angiotensin II agar otot pembuluh darah mengerut dan kelenjar adrenal melepaskan aldosteron.

Hal terakhir yang harus dilakukan adalah menentukan bagaimana molekul ini dihasilkan. Setiap organ bertanggungjawab untuk satu tahap pembuatannya. Menurut rencana produksi, ada sistem perakitan tiga tahap di mana setiap organ diberikan sebuah fungsi. Ginjal akan menghasilkan renin, hati menghasilkan angiotensiogen, dan paru-paru menghasilkan ACE. Setelah itu, sel-sel harus kembali ke perannya yang biasa.

Jika seseorang tak percaya bahwa sistem ini diciptakan oleh sebuah kekuatan maha besar sesuai dengan perencanaan khusus, orang itu harus menerima pandangan bahwa sel-sel tak sadar menerima semua ini dengan mekanisme neo-Darwinisme (mutasi dan seleksi alam). Pernyataan evolusionis tak dapat dipercaya dan tak masuk akal karena sistem (yang terdiri dari sel-sel ginjal, hati dan paru-paru), yang benar-benar rumit ini, pasti terjadi sekaligus pada waktu yang sama. Kemungkinan hal ini terjadi tak sengaja membutuhkan peristiwa-peristiwa yang sangat tidak mungkin. Pada saat yang sama (dan lagi-lagi tak sengaja), sel-sel harus dibentuk untuk mengukur tekanan di dalam ginjal, lalu aldosteron harus dibentuk di dalam kelenjar adrenal, sel-sel tabung ginjal harus bersusunan yang dirancang agar melayani aldosteron, dan sel-sel otot pembuluh darah harus bersusunan yang dapat dipengaruhi oleh angiotensin II. Tak terhitung unsur lain yang harus ada di tempatnya pada waktu yang sama agar sistem ini dapat bekerja, dan jika satu unsur saja tidak ada, maka seluruh sistem tidak akan bekerja.

Sistem seperti ini tidak mungkin terjadi sebagai hasil kerja sebuah kebetulan yang tak sadar. Sistem yang diciptakan oleh kecerdasan dan pengetahuan abadi Allah dan ditempatkan dalam tubuh manusia ini, telah bekerja sempurna di dalam tubuh setiap dari jutaan orang yang pernah hidup (kecuali dalam keadaan sakit). Manusia telah menyadari keberadaan sistem ini melalui penelitian yang dilakukan dengan bantuan perangkat teknologi canggih. Setiap bagian penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa tak mungkin menjelaskan keberadaan sistem yang bekerja di dalam tubuh manusia dengan dongeng ketaksengajaan. Ini aarena manusia diciptakan, dan tak mungkin menyembunyikan kehebatan penciptaan dengan membuat suatu alur cerita khayal dan tak masuk akal.

Pada awal bab ini, kami menuliskan tiga tindakan yang perlu dilakukan untuk menaikkan tekanan darah. Yang ketiga adalah pentingnya memerintahkan orang tersebut meminum lebih banyak air. Untuk mendorong seseorang minum, orang itu harus merasa ingin minum. Kini, sel-sel tak sadar paru-paru, ginjal, dan hati di dalam tubuh harus mempengaruhi psikologi seseorang.

Rencana yang dibutuhkan hanyalah sebuah rincian sistem tanpa cela yang diciptakan Allah. Angiotensin II yang dihasilkan dari upaya bersama ginjal, paru-paru, dan hati bergerak ke satu bagian khusus otak dan mengaktifkannya. Bagian otak ini adalah “pusat haus” yang merangsang rasa haus. Tetapi, ada perintang yang disebut “penghalang darah-otak”, yang melindungi otak, membuat amat sulit bagi angiotensin II untuk masuk dari darah ke jaringan otak. Sistem perlindungan ini ditemukan di berbagai bagian otak, dan salah satunya di “pusat haus”. Berkat sifat khusus yang diciptakan di dalamnya, angiotensin II dapat merangsang pusat haus dan meningkatkan keinginan untuk minum.28

Dapatkah sistem ini terjadi karena kebetulan?

Setelah melihat berbagai bukti, tiada alasan bagi seseorang menjawab “Ya”. Hati dan nurani dan kesadaran orang seperti ini telah dibutakan; ia telah diasuh agar tidak menerima kebenaran. Allah mengungkapkan dalam Al Qur’an apa yang harus dikatakan kepada orang seperti ini:

 “Kawannya (yang mu’min) berkata kepadanya – sedang dia bercakap-cakap dengannya: ‘Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) Yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna? Tetapi, aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Tuhanku.’” (QS Al-Kahfi, 18: 37-38)

Kortisol Si Obat Ajaib

Ringkasnya, kita akan memeriksa sisi-sisi keajaiban lain — sebuah hormon bernama “kortisol”. Tetapi, hormon ini memiliki beragam fungsi di dalam tubuh manusia yang harus kita catat sebelum mulai.

Kenyataan bahwa sebuah hormon dapat mengaktifkan sebuah sel itu sendiri adalah keajaiban karena, agar dapat mempengaruhi sel, hormon harus mengaktifkan sistem dalam sel. Ini terjadi dengan melekat ke reseptor di membran sel, atau langsung masuk ke dalam sel dan mengaktifkan sebuah mekanisme di situ. Namun, dengan kedua cara itu molekul hormon harus dirancang khusus untuk sel tempatnya bekerja. Jika ada sedikit ketakcocokan dalam susunan molekuk hormon dan reseptor, sel tak akan dapat dipengaruhi. Olh karena itu, hubungan antara hormon dan reseptor pada sel yang dipengaruhinya diibaratkan dengan gembok dan anak kunci.

Saat mengamati pengaruh kortisol, kita menemukan sebuah kenyataan penting. Allah telah menciptakan sistem-sistem pengamanan di dalam tubuh kita dan Dia telah memasang gembok di dalam sel-sel setiap sistem ini; hanya satu anak kunci yang dapat membuka gembok ini. Misalnya, anak kunci ini bisa jadi ada di sel-sel kapiler atau juga di dalam sel hati. Ini menyebabkan berbagai sel-sel yang berbeda harus bekerjasama demi mencapai tujuan bersama. Tidak lagi diragukan, inilah contoh kehebatan Allah dalam mencipta; ini juga bukti tipuan evolusi. Kenyataan bahwa sel-sel yang berbeda diprogram untuk bekerja bersama demi tujuan bersama, dan bahwa ada sistem pusat yang membuat program ini bekerja, menunjukkan sekali lagi ketakbenaran dongeng kebetulan yang diajukan teori evolusi.

Hormon kortisol bekerja dalam tubuh manusia bertempur di berbagai medan melawan rasa sakit, luka, infeksi, kepanasan, kedinginan, alergi, kekurangan oksigen, lapar, dan faktor-faktor yang meningkatkan suhu tubuh. Sambil mengamati fungsi-fungai kortisol, kita tidak boleh lupa bahwa sel-sel tak sadar yang menghasilkan hormon ini tak mengetahui tempat kortisol akan digunakan. Sel-sel ini tak pernah sengaja menyadari medan tempat kortisol akan bertempur.

Kini, mari kita amati secara singkat fungsi-fungsi yang dilakukan oleh keajaiban bernama “kortisol” yang dihasilkan di dalam kelenjar adrenal, dan mari sekali lagi melihat bagaimana kejayaan Allah diwujudkan di dalam berbagai segi tubuh manusia. Pada setiap tahap, tanyai diri Anda sendiri jika sistem ini mungkin terjadi secara evolusi, dan jawabannya akan mengungkapkan rupa sebenarnya teori evolusi.

Fungsi-Fungsi Kortisol

􀂉Melakukan upaya-upaya di depan untuk menyembuhkan luka

 Adrenalin menyiapkan seseorang pada saat bahaya, sementara kortisol menyiapkan tubuh manusia terhadap apa yang mungkin terjadi setelah bahaya berlalu. Misalnya, kortisol menggerakkan asam amino agar bekerja jika ada luka. Pada saat luka terjadi, asam-asam amino ini adalah bahan dasar yang akan digunakan dalam pemulihan jaringan.

􀂉Mengurangi rasa sakit saat luka terjadi

Inilah alasan mengapa sebagian orang tak merasakan sakit saat terluka (dan bahkan selama beberapa waktu setelahnya). Akibatnya, orang ini dapat mengumpulkan keberanian untuk membela diri, berlari, atau bertarung sekalipun terluka. Rasa sakit disampaikan oleh sel-sel syaraf. Tetapi, bagaimanakah sel-sel yang menghasilkan kortisol mengetahui mekanisme yang memperlambat, dan separuh menghentikan isyarat- isyarat listrik sel-sel syaraf?

􀂉Dalam keadaan darurat, mengubah lemak dan protein menjadi gula

Agar sel-sel tubuh dan otak mendapat cukup makanan; semua sel membutuhkan pasokan gula, jika tidak, orang akan mati.

Saat seseorang lapar, jika tiada makanan dapat diubah menjadi gula, jumlah gula di dalam darah akan menurun. Di dalam keadaan seperti ini, kortisol bertindak dan tak akan membiarkan tubuh tidak mendapatkan gula. Kortisol memastikan pengubahan lemak dan protein cadangan menjadi gula, demi mempertahankan gula darah pada batas aman.

Lemak atau protein (atau keduanya) diubah menjadi gula. Fungsi ini benar-benar sangat rumit. Untuk mengubah satu zat menjadi zat lain berarti mengubah seluruh susunan molekul. Jika sebuah molekul lemak atau suatu protein diperbesar trilyunan kali dan diletakkan di meja, kebanyakan orang tidak akan mengetahui atom yang mana harus bertukar tempat dengan yang lain. Namun, di dalam sel-sel itu, ada kilang-kilang yang menjalankan perubahan ini melalui operasi yang sangat rumit. Hormon kortisol ini mengetahui tahap-tahap proses perubahan ini. Kortisol dirancang untuk membuka gembok yang menyebabkan perubahan ini berlangsung. Bagaimanakah sel-sel yang menghasilkan kortisol mengetahui bentuk anak kunci yang dibutuhkan untuk memulai pekerjaan yang akan mengubah lemak menjadi gula? Bagaimanakah sel-sel ini mengetahui kerja mana yang dibutuhkan untuk mengubah rumus molekul lemak (CH3-(CH2)n-COOH) menjadi molekul gula (CH2OH)?

􀂉Dalam keadaan darurat, memberikan keutamaan bagi otak dan jantung untuk mendapatkan makanan

Molekul kortisol bekerja saat darurat dan menyebabkan penurunan penggunaan gula oleh tubuh. Tetapi, ada keajaiban lainnya: akibat keadaan darurat tak dirasakan organ-organ penting seperti otak dan jantung. Sebagai perbandingan, seperti pada masa darurat, sumber-sumber daya ekonomi ditempatkan di bagian-bagian tertentu negara. Jadi, molekul kortisol memberikan perintah pengerahan dan mengutamakan pemenuhan gizi jantung dan otak, membatasi makanan bagi sel-sel lainnya. Bagaimanakah molekul kortisol mengetahui bahwa sebagian sel lebih penting daripada sebagian lainnya?

􀂉Mengatur pengerutan dan penyempitan pembuluh-pembuluh darah

Sebelumnya, kita melihat bahwa pembuluh darah tidak berbentuk pipa-pipa kaku, namun karena otot-otot di sekitarnya mengerut dan mengendur, garis tengah pembuluh dapat diubah jika dibutuhkan. Perintah agar menyempit mencapai pembuluh darah melalui berbagai hormon. Kortisol mengatur tanggapan pembuluh darah terhadap faktor-faktor yang menyempitkan dan melebarkannya, dan lalu menjalankan fungsi penting lainnya saat keadaan darurat.

Bagaimanakah kortisol mengetahui sistem yang dijalani dalam pengerutan otot di sekitar pembuluh darah, dan bagaimanakah kortisol dapat mengatur tanggapan pembuluh-pembuluh ini terhadap faktor-faktor pengerutan-penyempitan yang ada di dalam sistem?

􀂉Memeriksa pergerakan air

Kortisol mencegah cairan memasuki sel saat tidak dibutuhkan. Jadi, kortisol membantu menjaga kemantapan volume darah. Bagaimanakah molekul kortisol mengetahui bahwa cairan berkecenderungan memasuki sel? Dan bagaimanakah kortisol mengetahui cara yang dibutuhkan untuk menjaga cairan tetap di luar? Lebih penting lagi, bagaimanakah kortisol menentukan kapan cairan harus ada di luar sel, tidak setiap saat, melainkan hanya di saat tertentu jika dibutuhkan?

􀂉Pada saat bahaya, menghambat produksi hormon tertentu demi mencegah kenaikan suhu tubuh

Sebuah pengaruh lain hormon kortisol tampak saat demam tinggi. Kenaikan suhu tubuh manusia adalah tanda bahwa tubuh sedang melawan penyakit. Kenaikan suhu ini mengharuskan seseorang beristirahat dan tidur. Kenaikan suhu ini bukanlah pengaruh sampingan penyakit; demam adalah persiapan pengamanan yang diatur khusus untuk memaksa orang yang sedang melawan penyakit agar beristirahat. Kenaikan suhu disebabkan oleh “pusat suhu” di dalam otak, yang diaktifkan oleh zat bernama IL-1 (interleukin).

Kortisol juga dirancang untuk menangani suhu tubuh yang terlalu tinggi. Saat seseorang dalam bahaya kematian karena tingginya suhu tubuh, kortisol menurunkan suhu dengan menghambat produksi IL-1 yang mengaktifkan pusat suhu.

Bagaimanakah kortisol mengetahui bahwa IL-1 menaikkan suhu tubuh dan bahwa suhu tubuh yang tiinggi berbahaya bagi manusia? Bagaimanakah ia mengetahui di mana IL-1 dihasilkan dan bagaimana ia memutuskan untuk menghambat produksinya?

􀂉Mengatur produksi sejumlah protein yang sangat penting bagi kehidupan manusia

Saat Anda dalam keadaan sulit, kortisol mempertimbangkan segala kebutuhan Anda satu persatu, secara terpisah. Ia meningkatkan produksi hemoglobin, sel-sel putih, dan trambosit dalam sumsum tulang sehingga meningkatkan kadar darahnya.

Sebuah molekul yang terlalu kecil untuk dilihat mata memiliki sejumlah kekhususan, keterampilan dan tanggung jaab. Agar molekul ini dapat menjalankan fungsinya, ia harus dirancang khusus untuk tugas ini. Hormon ini merupakan satu contoh keselarasan dan kesempurnaan rancangan dalam ciptaan Allah.

 “… Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka, apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya).” (QS Al-Anam, 6: 80) [www.harunyahya.com ; Keajaiban Hormon]

About labarasi

Guru Matematika

Posted on April 22, 2011, in Ilmu Pengetahuan and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Begitu sempurna ciptaanNya…
    Artikel yang sangat bermanfaat..
    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • %d blogger menyukai ini: