Rangkap Mata Pelajaran Hambat Kreativitas Guru

Kecenderungan merangkapkan sejumlah mata pelajaran pada seorang guru berpotensi menghambat kreativitas guru, terutama pada bidang studi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dengan jadwal mengajar yang ketat, ditambah materi yang padat, guru tidak lagi sempat membuat suasana pembelajaran jadi menarik.

Mereka akhirnya terpaku pada materi di buku pelajaran yang kaku. Padahal, bidang MIPA justru lebih menarik jika dikontekskan dengan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,¡¨ ujar Prof Dr Masno Ginting, Presiden Olimpiade Sains Internasional Yunior, di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, rabu (16/2), seusai berbicara dalam pelatihan guru Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) tingkat SD/MI.

Dalam acara yang diikuti sekitar 80 GURU mipa dari Jakarta dan sekitarnya tersebut, Masno Ginting antara lain menerima keluhan tentang sullitnya para guru membuat suasana pembelajaran MIPA menjadi menarik dan menantang bagi siswanya. Salah satu penyebabnya adalah beban materi yang siap disampaikan oleh guru terlalu berat, Itu tak lepas dari fenomena rangkap tugas sejumlah mata pelajaran kepada satu guru akibat terbatasnya jumlah tenaga guru di sekolah bersangkutan.

¡§Masih mending kalau mata pelajaran yang dirangkap itu masih sedikt kait-mengkait, seperti Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris. Masalahnya, tidak jarang mereka juga terpaksa mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial dan Pendidikan Agama. Bagaimana guru bisa membangun konsep pembelajaran yang kreatif jika pikirannya diganggu hal-hal yang tidak relevan,¡¨ papar Masno Ginting, yang juga peneliti LIPI.

Ia menilai, masalah tersebut tidak berdiri sendiri karena berkait dengan masalah minimnya jumlah guru, ditambah tidak meratanya kemampuan guru. Namun, jika pemerintah memang punya komitmen meningkatkan mutu pendidikan, sudah selayaknya masalah klasik tersebut diatasi dengan menambah jumlah guru dan meningkatkan mutu pengajarannya. Keterbatasan dan tidak sepantasnya selalu mengemuka. Yang utama adalah bagaimana mengefektifkan program dan menempatkan pembenahan mutu sebagai prioritas utama.

¡¨kita selalu berlindung pada masalah keterbatasan dana. Sementara itu, tetangga seperti Thailand dan Malaysia terus berbenah dengan dana yang juga tidak terlalu melimpah,¡¨ ujar Masno Ginting.

Direktur Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pembelajaran Diagnostik Budi Prasodjo-yang memprakarsai acara tersebut-mengatakan, paradigma pendidikan yang menonjolkan daya nalar dan kreativitas hendaknya diaplikasikan sejak jenjang SD.

budi menambahkan, pelatihan yang dirintisnya tersebut bertujuan membuka wawasan bagi para guru untuk turut memantau murid-murid berbakat yang bisa diperlombakan dalam lomba dan olimpiade. ¡§Dari sini diharapkan terbangun jaringan kerja antara guru MIPA dalam memberikan bimbingan khusus menghadapi kegiatan kompetisi,¡¨ katanya. NAR

KOMPAS, Kamis 17 Februari 2005, hal. 10

About labarasi

Guru Matematika

Posted on Mei 21, 2011, in Ilmu Pengetahuan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • %d blogger menyukai ini: