Setiap 6 Detik Nyawa Melayang Karena Stroke

Penyakit Stroke

Setiap 6 detik ada orang meninggal akibat stroke dan setiap detik akan ada kasus baru stroke di seluruh dunia. Penyakit stroke menjadi ‘pembunuh’ yang mengerikan hingga organisasi stroke sedunia menyerukan ‘Ayo Bertindak Sekarang’.

Catatan Kecil Hari Stroke Sedunia 2010

Dunia memperingati hari stroke sedunia setiap 29 Oktober 2010. World Stroke Organization menyambut hari stroke sedunia tahun 2010 dengan tema ‘One in Six: Act Now!’. Hari stroke sedunia diperingati pada tanggal 29 Oktober setiap tahunnya dengan sebuah pesan ‘stroke dapat dicegah, dan stroke dapat diobati’.

Stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker, dan merupakan penyebab kecacatan nomor satu bagi orang yang selamat dari serangan stroke.

Data menunjukkan bahwa lebih dari 60% penderita stroke di dunia hidup di negara berkembang. Peningkatan kejadian stroke di beberapa negara Asia (China, India, dan Indonesia) ditengarai akibat pengaruh perubahan pola hidup, polusi, dan perubahan pola konsumsi makanan.

Stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi mendadak akibat gangguan peredaran darah otak. Stroke ada 2 macam, yaitu stroke sumbatan dan stroke perdarahan. Angka kejadian stroke sumbatan lebih tinggi daripada stroke perdarahan (70% vs 30%).

Angka kejadian stroke meningkat akibat peningkatan faktor risiko stroke misalnya hipertensi, merokok, kadar kolesterol darah yang tinggi, dan diabetes.

Stroke di Indonesia

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2008) memperlihatkan bahwa stroke merupakan penyebab kematian nomor satu pada pasien yang dirawat di Rumah Sakit. Banyaknya kasus hipertensi, diabetes, kadar kolesterol darah yang tinggi, dan merokok meningkat di Indonesia. Industrialisasi dan polusi meningkatkan pula risiko stroke.

Penelitian menunjukkan bahwa kejadian stroke meningkat seiring dengan pencemaran udara. Kejadian peningkatan stroke dihubungkan pula dengan peningkatan stres emosional dan perubahan pola konsumsi makanan.

Permasalahan yang muncul pada pelayanan stroke di Indonesia adalah:
1. Rendahnya kesadaran akan faktor risiko stroke
2. Kurang dikenalinya gejala stroke
3. Belum optimalnya pelayanan stroke
4. Ketaatan terhadap program terapi untuk pencegahan stroke ulang yang rendah.

Keempat hal tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kejadian stroke baru dan tingginya angka kematian akibat stroke di Indonesia serta tingginya kejadian stroke ulang.

Westernisasi dan stroke

Berbagai penelitian dan kajian memperlihatkan bahwa penyebab tingginya kejadian stroke di negara berkembang adalah karena perubahan pola hidup dan pola konsumsi makanan (Kaste dan Norving, 2010).

Kemajuan industri dan peningkatan status ekonomi di berbagai negara berkembang dihubungkan dengan perubahan gaya hidup perkotaan. Konsumsi makanan cepat saji dan inaktivitas fisik meningkat. Makanan cepat saji dihubungkan dengan kandungan natrium dan lemak jenuh yang tinggi.

Hal tersebut berhubungan dengan peningkatan kejadian hipertensi, peningkatan kolesterol, kegemukan sentral, dan pengerasan dinding pembuluh darah (atherosklerotik) (Kilkeny, 2010).

Faktor risiko stroke seringkali tidak bergejala. Pasien datang berobat pada saat sudah muncul gejala akibat kerusakan organ. Hal inilah yang menyebabkan hipertensi dan dislipidemia (kadar kolesterol darah yang tinggi) dikenal sebagai ‘the silent killer’.

Gejala muncul ketika kerusakan organ target sudah sedemikian parahnya. Kampanye untuk terus menerus mewaspadai peningkatan tekanan darah harus dilakukan. Pengukuran tekanan darah secara massal sangat dianjurkan. Apabila tekanan darah seseorang ada diatas angka 140/90 mmHg dalam 2 kali pengukuran, maka kondisi tersebut sesuai dengan kriteria hipertensi.

Perubahan pola hidup harus segera dilakukan dengan mengurangi konsumsi garam, berolahraga, menurunkan berat badan berlebih, dan berhenti merokok. Sifat dari hipertensi dan dislipidemia yang tidak menimbulkan gejala berkontribusi besar terhadap rendahnya angka kepedulian dan keteraturan berobat pasien. Hanya kurang dari 30% pasien hipertensi yang berobat secara teratur dan terkendali tekanan darahnya (Angeli, 2010).

Pelayanan stroke di Indonesia

Pengobatan stroke adalah berpacu dengan waktu. Kerusakan otak akan bersifat permanen bila pengurangan pasokan darah ke otak berlangsung lebih dari 3 jam. Permasalahan yang muncul adalah keterlambatan pasien datang berobat ke RS.

Penelitian yang kami lakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa hanya kurang dari 10% pasien yang datang berobat dalam 3 jam pasca serangan stroke. Sebagain besar pasien datang berobat setelah 6 jam onset serangan stroke, bahkan ada 20% kasus yang datang berobat setelah 24 jam onset stroke.

Alasan yang paling sering muncul adalah kurang dikenalinya gejala stroke. Stroke harus dicurigai pada semua kasus gangguan fungsi saraf misalnya kelumpuhan anggota badan, gangguan bicara, wajah perot, penurunan kesadaran yang terjadi secara mendadak.

Pengobatan stroke yang optimal dimulai dengan memastikan diagnosis dan jenis patologi stroke. Penunjang diagnosis patologi stroke (untuk membedakan stroke akibat sumbatan pembuluh darah atau perdarahan otak) minimal adalah CT Scan kepala.

Pada kasus-kasus tertentu diperlukan MRI/Magnetic Resonance Imaging untuk membedakan kasus dengan stroke sumbatan yang reversible dan ireversibel. Ketersediaan alat CT Scan kepala dan MRI di RS di Indonesia masih sangat terbatas. Tidak banyak RS yang memiliki fasilitas CT Scan kepala yang siap melayani 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Pada banyak kasus, pasien terlambat menjalani tindakan diagnosis yang memadai.

Pelayanan stroke komperehensif terbukti menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat stroke (Hachinski dan Donnan, 2010). Seorang pasien stroke seyogyanya dirawat di sebuah ruang perawatan stroke yang multi disiplin dan terpadu.

Ruang perawatan stroke terpadu tersebut dikenal dengan nama unit stroke. Unit stroke seharusnya dipimpin dokter spesialis saraf dengan tim perawat mahir stroke, farmasis, ahli gizi, dan tim rehabilitasi yang handal Permasalahan yang muncul adalah tidak semua RS di Indonesia memiliki fasilitas pelayanan stroke terpadu dengan tenaga yang terlatih.

Seorang pasien yang selamat dari serangan stroke (stroke survivors) harus menjalani pemeriksaan secara berkala untuk menentukan risiko serangan stroke ulang.

Serangan stroke ulang masih sangat mungkin terjadi dalam kurun waktu 6 bulan pasca serangan stroke yang pertama. Ketaatan pasien untuk berobat rutin dan mempertahankan pola hidup sehat sangat diperlukan.

Berbagai penelitian menunjukkan pula rendahnya ketaatan pasien untuk kontrol rutin pasca serangan stroke yang pertama. Hal ini akan meningkatkan risiko serangan stroke ulang yang fatal.

Menunggu langkah nyata

Tema hari stroke sedunia tahun 2010 adalah ‘one in six, act now’. Satu diantara 6 orang di dunia akan terkena stroke sepanjang hidupnya, dan ini dapat menimpa kita dan orang-orang yang kita sayangi.

Bilangan ’1 diantara 6′ menggambarkan permasalahan kesehatan masyarakat yang sangat besar. Hal tersebut harus disikapi secara serius untuk menurunkan angka kejadian dan kematian akibat stroke.

Langkah nyata dari semua pihak yang peduli terhadap stroke sangatlah diharapkan. Petugas kesehatan harus bertindak lebih aktif untuk mengampanyekan bahaya stroke dan mencegah serangan stroke. Masyarakat luas perlu mendapat pengetahuan yang memadai tentang bahaya faktor risiko stroke (misalnya: hipertensi, kadar kolesterol darah yang tinggi, merokok, dan diabetes).

Petugas kesehatan perlu pula melakukan advokasi bagi para pengambil kebijakan kesehatan untuk lebih memperhatikan langkah-langkah preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif untuk stroke. Pada akhirnya peran serta aktif seluruh kelompk masyarakat sangatlah diharapkan. Hari stoke sedunia seyogyanyalah membawa semangat setiap hari untuk terus berkata ‘stroke dapat dicegah dan stroke dapat diobati.

Rizaldy Pinzon, dr, MKes, SpS
Laksmi Asanti, dr, SpS(K)
Stroke Center RS Bethesda Yogyakarta
http://www.strokebethesda.com

About labarasi

Guru Matematika

Posted on Mei 26, 2011, in Ilmu Pengetahuan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • %d blogger menyukai ini: