Peter Pan Syndrome, Sindrom Pria Dewasa yang Kekanak-kanakan

Laki-laki dewasa yang memiliki pola pikir atau perilaku seperti anak-anak atau pemikiran yang belum matang banyak ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini disebut dengan Sindrom Peter Pan (Peter Pan Syndrome).

Humbelina Robles Ortega, profesor dari Department of Personality, Evaluation and Psychological Treatment di University of Granada memperingatkan bahwa orangtua yang terlalu melindungi anak (overprotective) bisa membuat anaknya mengembangkan Sindrom Peter Pan.

“Kondisi ini biasanya mempengaruhi orang-orang yang sangat tergantung dengan keluarganya sehingga belum mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi hidup,” ungkapnya, seperti dikutip dari ScienceDaily, Rabu (23/2/2011).

Sindrom Peter Pan biasanya mempengaruhi orang-orang yang tidak mau atau merasa tidak mampu untuk tumbuh menjadi orang dewasa, jadi meskipun ia sudah dewasa tapi pemikirannya masih seperti anak-anak.

Saat ini Organisasi kesehatan dunia (WHO) belum mengakui Sindrom Peter Pan sebagai bagian dari gangguan psikologis. Meski demikian jumlah orang dewasa yang memiliki perilaku emosional seperti anak-anak jumlahnya terus berkembang di masyarakat barat.

Umumnya ia tidak mampu untuk tumbuh dan mengambil tanggung jawab sebagai orang dewasa serta menikmati dirinya sebagai anak atau remaja bahkan ketika sudah berusia lebih dari 30 tahun.

Orang-orang yang terkena Sindrom Peter Pan melihat dunia orang dewasa sebagai sesuatu yang sangat problematik atau penuh dengan masalah serta sangat menyukai dunia remaja atau anak-anak. Kondisi inilah yang membuat ia lebih senang tinggal di dunia dan pemikiran remaja atau anak-anak.

Sindrom Peter Pan bisa dimiliki oleh laki-laki maupun perempuan, tapi kondisi ini tampaknya lebih banyak mempengaruhi kaum laki-laki.

Beberapa karakteristik yang muncul dari sindrom ini adalah:

  1. Ketidakmampuan seseorang untuk mengambil tanggung jawab
  2. Tidak mampu melakukan suatu hal sendiri
  3. Tidak mampu menempati janji
  4. Kurangnya kepercayaan diri
  5. Berusaha mencari mitra atau teman yang lebih muda
  6. Tidak memiliki rencana tentang masa depan
  7. Takut akan kesepian
Robles menuturkan satu-satunya solusi untuk kondisi ini adalah memberikan perlakuan psikologis yang tepat, dalam hal ini tidak terlalu memanjakan anak tapi harus membimbingnya sesuai dengan usianya. Untuk itu solusi yang diberikan tidak hanya terbatas pada orang yang memiliki Sindrome Peter Pan saja, tapi mencakup keluarga atau pasangannya.

Peter Pan adalah cerita dongeng barat yang dikarang oleh Sir James Matthew Barrie. Peter Pan merupakan budak laki-laki yang tidak akan tumbuh besar dan secara ajaib enggan untuk membesar. Ia menghabiskan masa pengembaraan kanak-kanak abadinya dalam sebuah pulau kecil yang bernama Neverland.

source:detikhealth
Iklan

About labarasi

Guru Matematika

Posted on Mei 29, 2011, in Ilmu Pengetahuan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • %d blogger menyukai ini: