Wabah E.coli rugikan Spanyol

Petani Spanyol merugi sampai ratusan juta euros karena produknya diduga menyebarkan wabah.

Kemarahan merebak di Spanyol karena dituduh menjadi sumber penyebaran bakteri E.coli yang menyebabkan 18 orang tewas, dan ratusan lainnya menderita sakit parah.

Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero mengatakan Spanyol akan meminta ganti rugi yang dialaminya, akibat tuduhan itu.

Wabah E.coli – yang berpusat di Jerman- terjadi karena bakteri E.coli dari jenis yang baru, seperti disebutkan oleh peneliti masalah kesehatan.

Di Inggris, tujuh orang mengalami infeksi bakteri. Mereka diduga terkena bakteri ketika berada di Jerman.

Eksportir buah dan sayuran dari Spanyol diperkirakan merugi 200 juta euros atau $ 290 dollar dalam satu pekan, setelah Jerman menyebutkan wabah kemungkinan berasal dari mentimum Spanyol, tak lama setelah wabah terjadi.

Sejauh ini tidak ada bukti yang ditemukan dan para peneliti tengah bekerja keras untuk mencari sumber pencemaran.

“Kami bertindak seperti yang kami harus lakukan, dan kami ingin mendapatkan ganti rugi dan pengembalian produk Spanyol di tempat yang seharusnya,” kata Perdana Menteri Spanyol Zapatero.

“Saya yakin interpretasi lain atau upaya untuk mempolitisasi kesalahan yang dibuat oleh otoritas Jerman, merupakan tindakan yang tidak adil,”

Puluhan ribu kilo buah dan sayuran segar yang tumbuh di Spanyol dihancurkan, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Almeira Spanyol, Sarah Rainsford.

Penjualan ke supermarket di seluruh Eropa ditunda, bukan hanya mentimun tetapi juga seluruh produk buah dan sayuran.

Untuk mencegah penyebaran di negaranya, Pemerintah Rusia mengeluarkan larangan untuk mengimpor sayuran segar dari negara Uni Eropa.

Wabah E.coli pertama terjadi di Jerman, dan hingga kini tercatat 1.064 diare berdarah dan 470 kasus berpotensi mengalami komplikasi dalam darah dan ginjal yang dapat menyebabkan kematian.

Tujuh belas orang di Jerman dan satu orang di Swedia tewas. Kasus sindrom itu juga dilaporkan terjadi di Denmark, Belanda dan Spanyol.

Tiga orang di AS, yang bepergian beberapa waktu terakhir di Jerman, diduga mengalami sindrom Hemolitik Uremik atau HUS, sindrom klinis yang ditandai gagal ginjal dan anemia, dan dapat berakibat fatal.

Para peneliti di Beijing Genomics Institute di Cina, menjelaskan wabah dari bakteri E.coli yang baru merupakan “sangat menular dan beracun”.

Badan perlindungan kesehatan Inggris mengatakan bakteri itu merupakan varian baru yang jarang yaitu strain O104 – dan memiliki kemungkinan menulari banyak orang.

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia mengatakan varian itu tidak pernah ditemukan dalam wabah serupa sebelumnya.

sumber ; bbc indonesia

Iklan

About labarasi

Guru Matematika

Posted on Juni 5, 2011, in kesehatan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • %d blogger menyukai ini: