Daily Archives: Juni 15, 2011

Kelelawar Mamalia Pengontrol Biologis Malaria


Kelelawar merupakan salah satu ordo mamalia yang berperan sebagai pengontrol biologis penyebaran penyakit malaria dan arthropods penyebar penyakit ternak.

“Satu ekor kelelawar dapat memangsa lebih dari 500 ekor serangga pada satu malam, jadi dapat dibayangkan suatu koloni kelelawar yang terdiri dari 10.000 ekor bisa memakan lima juta ekor serangga setiap malam,” kata Pakar Kelelawar dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Prof Ris Dr Ibnu Maryanto, di Bogor, Jawa Barat, Senin.

Ibnu mengatakan, hilangnya populasi kekelawar dapat mengancam timbulnya wabah malaria. Mengingat keberadaan kelelawar sangat penting bagi keseimbangan ekosistem dan bermanfaat banyak bagi kehidupan manusia.

Kondisi saat ini jumlah populasi kelelawar Indonesia semakin berkurang akibat rusaknya habitat kelelawar.
Read the rest of this entry

Iklan

LIPI Temukan Ratusan Mikroba Jenis Baru


Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan ratusan isolat mikroba jenis baru di 13 daerah di Indonesia seperti Jambi, Bogor, Purwodadi, Lombok hingga Kupang.

“Dari penelitian kami dan identifikasi awal terhadap 6.500 mikroba, 30 persen merupakan isolat mikroba yang kemungkinan merupakan jenis baru,” kata Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Dr. Puspita Lisdiyanti dalam acara “Desiminasi dan Workshop Hasil Kerjasama Penelitian LIPI dan Institusi Riset di Jepang” di Jakarta, Rabu.
Read the rest of this entry

Badai Matahari Bisa Kacaukan Komunikasi di Bumi


Suar (debu) surya yang tidak lazim yang telah diamati observatorium ruang angkasa NASA, Rabu WIB, bisa menyebabkan gangguan pada satelit komunikasi dan energi di Bumi selama beberapa hari ke depan atau lebih.

Ledakan keras dari Matahari telah melepaskan badai radiasi pada tingkat yang tidak pernah disaksikan sejak 2006, dan kemungkinan akan mengantar pada aktivitas badai geomagnetik, Rabu waktu AS atau Kamis WIB esok, demikian National Weather Service seperti dikutip AFP.
Read the rest of this entry

Mengonsumsi Sampah Berbahaya Melalui Sapi


Sapi merupakan salah satu hewan herbivora atau pemakan tumbuhan yang banyak diternakkan. Sayangnya, ternak yang seharusnya dilepaskan bebas di padang rumput untuk mencari makanan kini justru banyak yang dibiarkan bebas mencari makanan di tumpukan sampah.

Kondisi itu terlihat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang yang berada di kawasan Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngalian, Semarang, dan TPA di sejumlah kota besar lainnya.

Ribuan sapi setiap hari terlihat sibuk mencari makan di tumpukan sampah, padahal sapi-sapi tersebut tidak bisa membedakan mana makanan yang sehat untuknya ataupun yang tidak.
Read the rest of this entry

Asia Hadapi Ancaman Kerusakan Lingkungan


The Earth Institute Universitas Columbia dari Amerika Serikat (AS) mengingatkan adanya ancaman kerusakan lingkungan di kawasan Asia karena emisi gas rumah kaca yang terus meningkat di kawasan ini.

“Saat ini sampai tahap stabil atau bertahan, tapi yang terjadi adalah terus meningkat setiap tahun,” kata Direktur The Earth Institute Universitas Columbia AS, Jeffrey D. Sachs, dalam Forum Ekonomi Dunia – Asia Timur (World Economic Forum on East Asia) di Jakarta, Senin.

Menurut dia, wilayah Asia saat ini menghadapi masalah ketidakstabilan iklim, seperti musim kering atau hujan yang tidak bersahabat. Read the rest of this entry

Meteorit Pembentuk Tata Surya Ditemukan


Meteorit berusia 4,5 miliar tahun yang ditemukan di barat laut Afrika berisi jenis mineral baru pembentuk tata surya yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

NWA 1934 CV3 carbonaceous chondrite

Read the rest of this entry

Cassini Potret Sumber Semburan Es Luar Angkasa


Dunia antariksa memang tidak habis-habisnya diselimuti misteri yang masih banyak belum terpecahkan, dari kontoversi keberadaan alien, keberadaan makhluk hidup diluar bumi, sampai indikasi keberadaan air di beberapa planet…..
Tapi terlepas dari itu semua luar angkasa menyimpan eksotika yang tak tertandingi,,,,, . Bila langit malam cerah dan memandang langit, takjub yang selalu ada dihati dan pikiran, alam semesta begitu luasnya terhampar dengan milyaran bintang, galaksi.

Read the rest of this entry

Gerhana Bulan & Matahari


 

Gerhana matahari  terjadi apabila posisi bulan ada di antara Bumi dan Matahari, sehingga cahaya matahari tertutup oleh bulan dan matahari jadi gelap.

Walaupun bulan lebih kecil tapi bayangannya mampu menghalangi cahaya matahari sepenuhnya karena bulan mempunyai jarak dengan rata-rata 384.400 kilometer dari bumi,

Makanya, bulan kelihatan lebih dekat dengan bumi dibandingkan matahari mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Kamu tahu, tidak? Gerhana matahari itu ada 3 jenis, lho!

Read the rest of this entry

Planet Gliese 581d Dipastikan Layak Huni


Gliese 581d, sebuah planet bebatuan raksasa yang mengitari sebuah bintang red dwarf (bintang dengan massa lebih rendah dibanding Matahari dan bersuhu di bawah 4000 derajat Kelvin) dikonfirmasi sebagai planet pertama yang memenuhi persyaratan mampu menampung kehidupan.

Planet Gliese 581d

Read the rest of this entry

“Pionir” Penjelajahan Antar Planet


Sinyal dari Pioneer 10, wahana antariksa pertama yang melintasi planet Jupiter akhirnya kembali terlacak setelah sebelumnya menghilang selama delapan bulan. Sinyal yang dikirim oleh wahana yang kini berada lebih dari 7 milyar mil dari bumi (sekitar 12,6 milyar km), dalam pengembaraan keluar tatasurya itu diterima oleh stasiun pelacak di Madrid, Spanyol pada 28 April 2001.

Pioneer adalah nama yang diberikan untuk serangkaian wahana antariksa untuk eksplorasi tata surya yang diluncurkan oleh Amerika Serikat. Empat wahana Pioneer yang pertama, diluncurkan dalam tahun-tahun 1958 dan 1959 dengan tujuan Bulan dan kesemuanya menemui kegagalan. Pioneer 5 sampai 9 diluncurkan antara tahun 1960 dan 1968 merupakan wahana antarplanet dengan misi pengamatan kegiatan Matahari.

Pioneer 10 diluncurkan pada tanggal 2 Maret 1972, dengan Roket peluncur Atlas/Centaur/TE364-4. Peluncurannya menandai penggunaan untuk pertama kalinya kendaraan peluncur bertingkat tiga. Roket tingkat ketiga dibutuhkan untuk meluncurkan Pioneer 10 pada kecepatan 51,810 km/jam yang dibutuhkan untuk terbang ke Jupiter, cukup cepat untuk mencapai Bulan dalam waktu 11 jam dan melintasi orbit planet Mars dalam waktu hanya 12 minggu. Hal ini mencatatkan Pioneer sebagai benda buatan manusia tercepat yang meninggalkan Bumi. Read the rest of this entry

Kuiper Belt Object


Apakah pluto benar-benar sebuah planet? Ini bukanlah pertanyaan yang mengada-ada. Memang sejak berpuluh-puluh tahun, baik para astronom maupun masyarakat awam beranggapan bahwa Pluto adalah planet ke-9 dalam tata surya kita. Namun demikian, sejak tahun 1992 pandangan tersebut perlahan-lahan mulai berubah ketika para astronom menyadari bahwa selepas orbit Neptunus terdapat sebuah daerah orbit dimana didapati sekitar 70.000 objek kecil, beku berbalut es yang bergerak lambat mengorbit matahari.

Sekumpulan objek yang mengorbit pada daerah yang kemudian dinamai sebagai Sabuk Kuiper Belt itu kemudian diberi sebutan sebagai Kuiper Belt Object (juga dikenal sebagai Trans Neptunian Object), mengambil nama seorang astronom Belanda-Amerika, Gerard P Kuiper yang pada tahun 1951 mempelopori gagasan bahwa tata surya kita memiliki anggota yang letaknya sangat jauh. 

Read the rest of this entry

  • Back Link

  • Iklan