Konvensi Hak Pembantu Rumah Tangga Telah Disetujui

Konferensi perburuhan internasional, ILO, hari Kamis (16/6) menyetujui konvensi yang menetapkan perlindungan bagi pembantu rumah tangga di seluruh dunia.

Konvensi baru tersebut akan menjadi landasan untuk menjamin pekerja rumah tangga mendapatkan kondisi kerja setara dengan yang diperoleh pekerja di sektor lain.

Konvensi mengenai Pekerja Domestik tersebut mengharuskan pemerintah memastikan para pembantu rumah tangga mengerti hak-hak mereka.

Konvensi tersebut disetujui dalam sidang ILO di Jenewa, Swiss, melalui pemungutan suara. Sebanyak 396 suara mendukung, 16 menentang dan 63 memilih abstain.

Filipina dan Uruguay telah menyatakan akan meratifikasi konvensi tersebut.

Dalam dokumen konvensi tersebut juga menetapkan hak libur bagi pekerja domestik.

”[Pemungutan suara ini] momen bersejarah bagi ILO, tapi khususnya bagi pekerja rumah tangga di seluruh dunia,” kata Direktur Jenderal ILO,
Juan Somavia kepada kantor berita Associated Press.

Rentan Eksploitasi

Menurut data Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), sekitar 52, 6 juta orang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, termasuk di luar negara mereka, di seluruh dunia.

Namun, ILO tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah mereka sebenarnya mungkin mendekati angka 100 juta orang.

Mereka bekerja sebagai pengasuh anak, tukang bersih-bersih rumah dan tukang masak. Menurut ILO, sekitar 80% dari pekerja rumah tangga adalah wanita.

Kalangan aktivis perburuhan dan HAM sudah lama menyoroti bahwa banyak pembantu rumah tangga rentan terhadap ekploitasi dan perlakuan semena-mena, seperti gaji rendah dan penganiayaan, karena mereka dianggap bukan pekerja formal dan tidak berhak mendapatkan kondisi kerja seperti pekerja di sektor formal.

“Ini saat bersejarah dalam sidang ke-100 Konferensi Perburuhan Internasional, dan kita telah mencapai titik balik yang penting,” kata utusan Uni Emirat Arab, yang berbicara mewakili negara-negara Teluk.

Negara-negara Teluk, yang semuanya mendukung konvensi, adalah salah satu tujuan utama pengiriman pembantu rumah tangga dari negara-negara seperti Filipina, Sri Lanka, dan Indonesia.

Pro dan Kontra

Konvensi mengenai pekerja domestik ini sendiri telah diusulkan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya lolos dalam sidang tahunan ILO di Jenewa tahun ini, kata para wartawan.

Banyak aktivis yang hadir sebagai peninjau konferensi meluapkan suka cita, bahkan menitikkan air mata setelah hasil pemungutan suara diumumkan, lapor kantor berita Associated Press. Banyak dari mereka adalah pekerja rumah tangga.

Meski mendapat dukungan dari banyak negara termasuk Amerika Serikat, Indonesia, dan Brasil, beberapa negara lain, seperti Inggris memilih abstain.

Inggris menyatakan tidak bisa mendukung konvensi sebab ”tidak bisa meratifikasi dalam waktu dekat.”

Salah satu alasan yang diangkat Inggris adalah menerapkan standar kesehatan dan keselamatan, seperti pemeriksaan ke rumah-rumah yang memperkerjakan pembantu, bukanlah tugas yang mudah dilakukan.

Sebaliknya, pendukung konvensi dan kalangan aktivis perburuhan yakin traktat tersebut kuat, karena menetapkan standard.

”Ada pemahaman bahwa negara-negara pengirim utama…mendukung. Mereka menghendaki perlindungan yang akan dipenuhi ketika berhubungan dengan negara lain,” kata kepala juru runding Afrika Selatan Virgil Seafield kepada kantor berita AFP menjelang pemungutan suara.

Beberapa negara Asia dan Afrika menentang konvensi lantaran mereka khawatir akan dampak pemberian hak perburuhan bagi jutaan orang yang bekerja di ekonomi informal, kata AP.

Menyetujui konvensi mengenai pembantu rumah tangga ini hanya langkah pertama, kata para wartawan, sebab negara yang setuju belum wajib menerapkan sampai mereka meratifikasinya.

Iklan

About labarasi

Guru Matematika

Posted on Juli 6, 2011, in Berita and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • %d blogger menyukai ini: