Pustekkom Menyiapkan Standar Kemampuan TIK Guru

Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ari Santoso mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan standarisasi kompetensi teknologi infomasi dan komunikasi TIK untuk guru.  “Untuk mencapai standarisasi TIK tersebut, ada beberapa strategi yang akan dilakukan, misalnya dengan mengadakan pelatihan TIK dan pengembangan konten portal Rumah Belajar (www.belajar.kemdiknas.go.id),” ujarnya di sela-sela Workshop Enabling Next-Generation Learning in Indonesia, di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (7/5).

Undang-Undang No.14/2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 10 ayat (1) menyebutkan,  kompetensi guru meliputi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. “Sedangkan untuk dapat mengikuti perkembangan TIK, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meminta guru untuk menambah satu kompetensi lagi, yaitu kompetensi TIK,” kata Ari.

Pelatihan TIK yang selama ini sudah diselenggarakan memiliki kelemahan karena tingkat duplikasinya tinggi. “Kecenderungannya selalu guru yang dilatih adalah guru yang sudah tahu TIK, dan materi yang diberikan sama,” ujarnya. Karena itu Kemdikbud akan mengevaluasi sistem pelatihan yang selama ini sudah berjalan.

Ari juga menambahkan, belum adanya pemetaan terhadap kemampuan TIK guru menjadi kelemahan yang lain dalam pelatihan TIK guru. ”Kami tidak pernah tahu sudah sejauh mana guru menguasai TIK,  atau di daerah mana saja,” katanya.

Selain melalui pelatihan TIK untuk guru, Pustekkom Kemdikbud juga akan mengembangkan konten portal Rumah Belajar (www.belajar.kemdiknas.go.id). Ke depannya, portal ini tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh peserta didik, tetapi juga untuk guru. Guru diharapkan bisa memperkaya konten Rumah Belajar  dengan mengirimkan materi-materinya.

Jika guru sudah punya kemampuan menggunakan mesin pencari  (search engine), kemampuan itu bisa digunakan untuk pengembangan diri guru. “Guru jadi punya sesuatu untuk dirinya sendiri. Dia punya nilai tambah,” tutur Ari. Dampak TIK seperti itu juga tidak hanya bisa dirasakan untuk guru, tetapi juga murid. Sehingga diharapkan, kemampuan pengetahuan TIK bisa meningkatkan nilai ujian nasional (UN) siswa.

“Jika seseorang tahu TIK, maka dia mengenal search engine. Kemudian timbul rasa keingintahuan. Dari situ ada kemampuan untuk mengembangkan diri. Kemudian dia bisa mengintegrasikan informasi yang didapatnya,” kata Ari. Integrasi informasi melalui TIK inilah yang diharapkan dapat  membantu siswa belajar dan meningkatkan nilai UN.

Sumber : kemdiknas.go.id

Iklan

About labarasi

Guru Matematika

Posted on Mei 9, 2012, in Berita and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • %d blogger menyukai ini: