KURIKULUM BARU UNTUK CEGAH KONFLIK SOSIAL

Presiden RISistem Kurikulum pendidikan yang akan diterapkan pemerintah bukan hanya untuk mendidik anak-anak Indonesia menjadi cerdas. Melainkan juga harus membentuk anak-anak Indonesia yang rukun, toleran dan cinta damai.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Sidang Kabinet Paripurna terkait evaluasi Evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 20010-2014, di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/2).

“Ini saya sampaikan karena kita lihat beberapa negara masih menghadapi konflik internal yang tidak ringan. Saya melihat semalam ada pemboman lagi di Pakistan, konflik antara Sunni dan Syiah, sama seperti konflik saat saya berkunjung ke Pakistan dua bulan yang lalu, mereka tidak siap hidup rukun,” katanya.

Kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia, menurut Presiden, berpotensi untuk menimbulkan konflik sosial. Hal tersebut bisa dicegah lewat sistem pendidikan yang tepat. “Mari kita cegah dari hulu lewat kurikulum pendidikan. Ini, sangat mendasar, agar bangsa yang majemuk ini betul-betul bisa hidup secara tenang, tentram, rukun dan damai,” kata Presiden.

Terkait itu, Presiden meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh, menjelaskan hingga detil kepada masyarakat mengenai alasan pemerintah menerapkan kurikulum pendidikan baru. “Saya berharap komunikasikan dan sosialisasikan dengan baik kurikulum yang disusun itu, jelaskan mengapa perlu dilakukan penataan dan pengembangan kurikulum itu,” katanya.

Sumber: http://www.jurnas.com

Iklan

About labarasi

Guru Matematika

Posted on Februari 21, 2013, in Lain-lain and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • %d blogger menyukai ini: