DOMPETKU ADALAH BUKTI CINTAKU PADA BANGSAKU

WhatsApp Image 2017-11-11 at 23.09.43Dompetku hanya berisi beberapa kartu identitas dan sedikit uang. Namun dari dompetku tergambar bahwa aku adalah orang Indonesia asli dan aku bangga menjadi orang Indonesia. Ada beberapa bukti yang bisa membuktikan pernyataan tersebut, mulai dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang di dalamnya jelas tertulis bahwa aku adalah Warga Negara Indonesia (WNI), ada Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dikeluarkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, ada kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang menunjukkan bahwa aku adalah WNI yang taat pajak, kemudian ada pula kartu ATM dan beberapa kartu identitas lainnya yang semuanya menunjukkan bahwa aku cinta Indonesia.

Di samping itu, di dalam dompetku juga ada sejumlah uang. Walau jumlah kecil, namun aku bangga dengan uang yang ada dalam dompetku. Ada beberapa lembar uang yang tidak akan aku belanjakan walau keadaannya sangat kepepet sekalipun. Beberapa lembar uang yang tidak aku belanjakan tersebut adalah masing-masing selembar uang lembaran seribu rupiah, dua ribu rupaih, lima ribu rupiah, sepuluh ribu rupiah, dua puluh ribu rupiah, lima puluh ribu rupiah, dan seratus ribu rupiah. Uang-uang tersebut tidak saya gunakan karena saya sangat menyintainya. Uang-uang tersebut sudah lama tersimpan tetapi masih seperti uang baru dan tersimpan rapi dalam dompetku. Uang-uang tersebut adalah uang kertas terbaru tahun Emisi 2016.

Ketika ada kesempatan membuka dompet di depan teman-temanku, aku sengaja memamerkan uang-uangku yang terlihat masih sangat baru tersebut. Aku sangat bangga dengan uang-uang tersebut, walau ada teman-temanku yang mengejek bahwa baru punya sedikit sudah sombong. Aku pun berkilah dengan mengatakan bahwa ini adalah bukti cintaku pada uang milik bangsaku. Namun tidak sedikit juga diantara teman-temanku yang mengaku kagum padaku karena kegigihanku mempertahankan koleksiku. Serta ada pula yang membandingkan dengan isi dompetnya yang walau jumlah besar, namun uangnya sudah tidak terlihat baru lagi.

Acap kali ketika berbelanja di pasar, aku sering mendapatkan uang kembalian dari ibu-ibu penjual di pasar berupa uang yang sudah sangat kusut. Begitu kusutnya, sampai-sampai tulisan yang ada pada uang tersebut hampir tidak terbaca, kita kadang hanya mengenalinya dari warna uangnya saja. Melihat hal tersebut, aku sering mengatai mereka sebagai orang yang tidak menghargai uang. Aku pun memberikan penjelasan, bahwa di samping uang itu sebagai alat pembayaran, di dalamnya termuat sejarah bangsa serta adat dan budaya yang menjadi kekayaan bangsa kita. Kalau kita tidak memeliharanya, maka itu sama artinya dengan kita tidak menghargai sejarah bangsa kita.

Sebagai bangsa yang beradab, tentu kita harus bangga terhadap para pahlawan dan menghargai sejarah perjuangan bangsa serta adat istiadat yang ada di tanah air tercinta ini. Uang adalah salah satu wadah yang digunakan oleh pemerintah untuk terus menjaga mental bangsa ini dalam menghargai jasa para pahlawan serta sejarah perjuangannya dalam memperjuangkan bangsa kita. Lewat uang pula pemerintah terus mempromosikan aneka budaya bangsa yang menjadi kekayaan bangsa kita yang harus kita lestarikan sepanjang masa.

Oleh karena demikian, kita harus mencintai uang rupiah kita. Bentuk cinta kita dapat kita wujudkan dengan cara menggunakan dengan sebaik-baiknya, tidak asal pegang sehingga menjadi kusut. Kita juga harus mengenang jasa para pahlawan yang tergambar pada lembaran uang tersebut dengan cara membaca sejarahnya atau sekedar mengingat-ingat jasanya terhadap bangsa kita.

Mari kita terus menjaga cinta kita terhadap uang rupiah kita.

Iklan

About labarasi

Guru Matematika

Posted on November 11, 2017, in Uang, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

  • Back Link

  • Iklan
    %d blogger menyukai ini: