Arsip Blog

Memahami Skenario Illahi


Hidup ini tak ubahnya seperti sebuah drama atau sandiwara. Setiap orang mempunyai perannya masing-masing. Setiap dari peran itu mempunyai konskuensi tersendiri. Namun terkadang dalam waktu tertentu seolah kita berada di bangku penonton menyaksikan drama tersebut. Sehingga kita bisa menilai, memprotes, dan mengkiritik  atas perbuatan dari lakon tertentu dan alur ceritanya. Sementara ketika kita menjadi dari lakon itu sendiri. Kita hanya menjalankan peran yang ada, tanpa bisa menilai, mengkritik dan memprotes.

Allah SWT mempunyai kuasa penuh atas adegan-adegan hamba-Nya dalam setiap episode kehidupan ini. Setiap lakon mendapat perannya masing-masing. Kesemuanya menjadi satu pertunjukan yang sempurna. Bagai sebuah mata rantai kehidupan. Dalam drama manusia lakon tidak mempunyai pilihan. Ia sudah terkunci oleh plot cerita. Terpaku pada skript naskah.
Read the rest of this entry

Iklan

Perempuan, Berjuang Menghadapi Kepungan Rentenir


Bank rente alias bank riba atau rentenir memang di mana-mana. Tapi, rentenir kecil lebih mengerikan lagi. Mereka menjemput mangsa di pintu-pintu rumah, terutama kepada para perempuan yang tengah resah, ke mana harus mencari pinjaman.

Mereka menjemput, melayani dengan senyum, lalu menjerembabkan para perempuan itu dalam kubangan penuh lintah ketika gilirannya tiba.

Darah ekonomi diri dan keluargapun disedot secara bengis, nyaris tanpa perlawanan. Sungguh, venomena ini terjadi di hampir semua daerah.

Novi Nariana (33), satu dari sekian orang yang akhirnya terpanggil. Ia mengaku ngeri menyaksikan korban rentenir terus berjatuhan.

Ia juga ngeri melihat realitas para perempuan di sekitarnya, tak mampu menghindari rayuan bank keliling yang akhirnya menjeratnya.

Read the rest of this entry

Rahasia Pelipur Lara


ADALAH Panglima Besar Nuruddin Mahmud al-Zinki (sebagian menyebutnya Zanki) yang berada di Damaskus. Saat itu sedang berkecamuk Perang Salib. Mendengar Tentara Salib telah masuk ke pesisir Mesir dan berhasil mengepung kaum Muslimin di kota Dumyat, Mesir, hati Nuruddin merasa gundah dan gelisah. Senyumnya yang kerapkali menghiasi wajahnyapun terlihat sirna. Imam Masjid Omawi merasa iba dan turut sedih melihatnya. Imam Masjid tersebut ingin memberikan pelipur lara untuk menghibur beliau agar dapat tersenyum.

Ba’da shalat, Imam menyampaikan dalam halaqah (pengajian) yang biasa dihadiri Nuruddin. Dibacakanlah sebuah hadits Rasul saw, yang setiap orang mendengar hadits tersebut pasti tersenyum. Ketika semua orang tersenyum mendengar hadits itu, Nuruddin Zinki masih belum bisa tersenyum. Dengan keheranan Imam bertanya kepada Nuruddin, ”Mengapa Paduka tidak tersenyum, saat semua orang yang mendengar hadits tersebut tersenyum?” Read the rest of this entry

Tuntunan Pemberian Nama (Nama-Nama yang Makruh)


Nama-nama yang makruh untuk diberikan kepada bayi:

  1. Dimakruhkan memberi nama yang mengandung arti keberkahan, kebaikan atau yang menimbulkan rasa optimis, seperti nama Aflaha(beruntung), Naafi‘ (bermanfaat),Rabaah (keuntungan), Yasaar(kemudahan) dan lain-lain. Fungsinya agar tidak menimbulkan ganjalan dalam hati ketika yang dipanggil tidak berada di tempat sehingga dikatakan, “;Tidak ada”, sehingga seakan-akan mengatakan bahwa (misalnya) “Keberuntungan tidak ada”.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,و لا تُسَمِّيَنَّ غُلَامَكَ يَسَارًا وَ لاَ رَبَاحًا وَ لاَ نَجِيحًا وَ لاَ أَفْلَحَ, فَإِنَّكَ تَقُولُ : أَثَمَّ هُوَ؟ فَلاَ يَكُونُ فَيَقُولُ: لاَ

    “Jangan kalian namai hamba sahaya (atau anak) kalian dengan nama Yasaar, Rabaah, Najiih dan Aflaha. Sebab apabila kamu bertanya, “Apakah dia ada?” Jika ternyata tidak ada maka akan dijawab, “Tidak ada.” (HR. Muslim no. 2137) Read the rest of this entry

CIRI-CIRI WANITA AHLI SURGA


Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.

Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : Read the rest of this entry

PILIH KASIH TERHADAP ANAK-ANAK


[Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz]

Pertanyaan :
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bolehkah saya memberikan sesuatu kepada salah satu anak saya, namun tidak saya berikan kepada anak-anak yang lain karena mereka sudah kaya ?

Jawaban : Read the rest of this entry

MENSIKAPI PUJIAN


Seorang raja bertanya kepada istrinya, “Bila dibandingkan Raja Jamal yang akan datang bertamu, siapa yang lebih tampan, aku atau dia?”. Sang permaisuri langsung menjawab, ”Sekalipun dia terkenal dengan ketampanannya, namun engkau lebih tampan”. Raja sangat senang mendengar jawaban istrinya.

Kepada para menteri, raja yang bernama Arif ini menanyakan hal yang sama. “Jelas paduka lebih tampan”, puji para menteri.

 Untuk lebih meyakinkan, saat bertemu dengan para pegawai hingga prajurit ia selalu menanyakan pertanyaan yang sama. Walau jawaban mereka berbeda, namun tak satupun yang tidak memuji ketampanannya.

Semua jawaban ini menggembirakan hatinya, namun di hati kecil, ia menyangsikan kejujuran jawaban mereka semua. Apa pasal? Raja Jamal sangat tersohor dengan ketampanannya. Read the rest of this entry

Sebaiknya Banyaklah Memberi, Bukan Banyak Menerima


“Yang harus kalian ingat anak-anakku, Jangan cepat menyerah, Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya”, begitu kira-kira pesan Pak Cik sebelum meninggal di ruang kelas SD Muhammadiyah di Pulau Belitong yang dipimpinnya.

Lengkaplah tugas Pak Cik sebagai ’pahlawan’ dan guru bagi Laskar Pelangi.  Pahlawan memang harus mati, tetapi cita-citanya abadi.  Bahkan semasa hidupnya, Pak Cik pernah berucap kepada ibu guru Muslimah ”Tugas kita adalah meyakini anak-anak agar mereka berani punya cita-cita.”

Saya tersentak, tertegun, terharu, tersenyum dan tertawa sekaligus saat menonton film layar lebar Laskar Pelangi yang kedua kalinya bersama dengan istri dan anak saya yang disiarkan oleh salah satu TV swasta nasional.

Read the rest of this entry

MENENGOK SKETSA KEHIDUPAN KITA


Nuansa kehidupan kita pada hari-hari ini agak berbeda dengan nuansa kehidupan pada bulan-bulan yang lalu.
Baliho besar yang berisikan gambar partai-partai politik nampak terpajang di berbagai sudut strategis kota.Bendera-bendera par-pol dan strikernya pun turut meramaikan suasana, baik di kota maupun di desa.Terlebih lagi gaung kampanye sudah mulai bergema…,suatu pergeseran kehidupan yang belum pernah kita rasakan pada bulan-bulan sebelumnya.
Pernahkah diantara kita mencoba untuk merenung,apa gerangan yang menyebabkan terjadinya semua ini…?
Ketahuilah wahai saudaraku,bahwa negeri kita menganut sistem demokrasi dan apa yang anda saksikan hari-hari ini merupakan salah satu dari konsekwensinya.
Bila kita tengok lebih jauh ternyata sistem demokrasi ini benar-benar ”menuhankan” suara mayoritas.Karena sejak proses awal kampanye hingga pemilihan presiden suara mayoritaslah yang sangat menentukan.Oleh karena itu jangan heran bila kemudian muncul istilah “money politic”,karena suara merupakan sesuatu yang sangat berharga dalam sistem ini, lebih-lebih lagi kalau itu suara mayoritas.
Read the rest of this entry

MEMAHAMI DUA KALIMAT SYAHADAT


Setiap muslim seyogyanya mengerti dan memiliki kepedulian terhadap perkara agamanya. Terlebih tatkala dia hidup di jaman yang jauh dari kenabian Muhammad ? dan semakin dekat dengan hari kiamat. Dia hidup di tengah kebodohan yang telah menyebar sedangkan ilmu agama yang benar semakin pudar dengan meninggalnya para ulama.
Di antara perkara yang harus dimengerti tersebut adalah dua kalimat syahadat, sebuah perkara yang Allah dan rasul-Nya jadikan sebagai rukun terpenting dari rukun-rukun Islam, dinding pembatas antara iman dan kekufuran, halal atau haramnya darah dan harta seseorang untuk ditumpahkan dan diambil. Bahkan sebagai faktor penentu seseorang menjadi penghuni Jannah atau Naar. Allah ? berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤمِنُوْنَ الَّذِيْنَ آمَنُوا بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ
“Hanyalah orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Al Hujuraat : 15).
Read the rest of this entry

Hikmah: Memaknai Syukur Nikmat


Oleh: Akhiril Fajri *)

Apabila direnungkan secara mendalam, ternyata memang banyak nikmat Allah yang telah kita terima dan gunakan dalam hidup ini. Demikian banyaknya sehingga kita tidak mampu menghitungnya. Allah berfirman, ”Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 16: 18).

Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat dengan menggunakannya pada tempat dan sesuai dengan kehendak pemberinya. Sedangkan kufur adalah menyembunyikan dan melupakan nikmat. Allah SWT berfirman, ”Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (QS 14: 7). Read the rest of this entry

Agar Ilmu Terus Terjaga


Hidayatullah.com–Sufyan bin Utaibah pernah berkata:”Jauhilah penyakit seorang pintar yang sesat dan penyakit seorang ahli ibadah yang bodoh, karena penyakit dari dua macam orang ini merupakan penyakit yang menyesatkan. Orang ahli ibadah yang bodoh menolak ilmu dan implikasinya. Inilah merupakan kesesatan yang menyebabkan kedustaan agama.” (Ibn al-Qayyim al-Jauziyah dalam al-Fawa’id).

Banyak kasus dijumpai, seorang terpelajar akan tetapi mengikuti aliran sesat. Tidak sedikit pula ilmuan yang mendukung pemikiran-pemikiran di luar Islam. Mereka semua adalah orang yang terpelajar dari institusi berlabel Islam, terdidik sampai pada level tinggi.

Menurut Ibn Qayyim al-Jauziyyah, orang seperti mereka sesungguhnya bukan orang pintar. Sebab mereka menentang ilmu dan hukum-hukumnya, dan lebih mengutamakan khayalan, kesukaan dan hawa nafsu. (Ibn Qayyim al-Jauziyyah dalam al-Fawa’id).

Read the rest of this entry

  • Back Link