Arsip Blog

LOMBA KEBERHASILAN GURU DALAM PEMBELAJARAN 2011


DEADLINE : 30 September 2011

A. Persyaratan Peserta

1. Peserta lomba adalah:

a. Guru Taman Kanak-Kanak (TK).

b. Guru Sekolah Dasar (SD).

c. Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP).

d. Guru Sekolah Menengah Atas (SMA).

e. Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

f. Guru Sekolah Luar Biasa (SLB)

2. Masih aktif mengajar pada sekolah negeri atau sekolah swasta di bawah pembinaan  Kementerian Pendidikan Nasional, baik guru PNS maupun guru bukan PNS (guru tetap).

3. Mempunyai masa kerja sebagai guru sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dibuktikan dengan SK pengangkatan/penugasan pertama sebagai guru.

4. Tunduk kepada keputusan Tim Penilai.

5. Bagi yang pernah 2 (dua) kali menjadi pemenang Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional baik Pemenang  I, Pemenang II, maupun Pemenang III dapat mengikuti lomba ini setelah 5 (lima) tahun atau lebih dihitung dari kemenangannya yang terakhir.

B. Waktu Pelaksanaan

Lomba dibuka sejak tanggal  2 Mei 2011 dan karya diterima panitia paling lambat tanggal  30 September 2011 (cap pos).

C. Ketentuan Lomba

1. Lomba bersifat perorangan.

2. Hasil karya lomba berupa praktik-praktik atau  pengalaman pembelajaran terbaik dari guru-guru. Bisa berupa  karya kreatif, inovatif, memperkenalkan metodologi, atau hasil penelitian yang terbukti  mampu  memecahkan masalah-masalah pembelajaran di  kelas dan meningkatkan mutu hasil belajar siswa,

3. Peserta lomba hanya dibolehkan  mengirimkan satu karya ilmiah atau karya kreatif dan inovatif di bidang pembelajaran yang sesuai  dengan bidang tugas  pokoknya sebagai guru bidang studi, guru  kelas, atau guru bimbingan konseling.

4. Surat pernyataan penulis, bahwa karya  tulis  ilmiah tersebut  asli hasil  kerja sendiri, bukan jiplakan, dan belum pernah dinilai pada lomba sejenis, baik di dalam maupun di luar Kementerian Pendidikan   Nasional, dengan diketahui oleh kepala sekolah.

5. Karya lomba dijilid dan diberi sampul dengan ketentuan:

a. Warna hijau untuk guru TK;

b. Warna merah untuk guru SD;

c. Warna biru untuk guru SMP;

d. Warna kuning untuk guru SMA;

e. Warna merah muda untuk guru SMK;

f. Warna putih untuk guru SLB

6. Pada pojok kiri atas sampul ditulis  “MEWUJUDKAN GURU PROFESIONAL & BERMARTABAT”

7. Finalis  lomba  akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti seleksi  penentuan pemenang lomba tingkat nasional pada bulan November  2011.  Lomba  ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka  peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2011.

8. Naskah yang masuk menjadi milik Panitia dan hak penerbitannya berada pada Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional.

9. Finalis lomba wajib menyerahkan CD berisi  powerpoint atau film untuk presentasinya.

10.Materi lomba berkaitan dengan strategi pembelajaran untuk semua  guru  pada semua jenis dan jenjang pendidikan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

11.Naskah diketik  menggunakan kertas ukuran A4 dengan ketikan 2 spasi.

12.Isi

a. Hasil penelitian, kajian, evaluasi mendalam, deskripsi empiris, atau penciptaan karya inovatif dan kreatif yang dilakukan oleh guru dan terbukti berhasil meningkatkan  mutu  proses dan/atau hasil pembelajaran.

b. Upaya nyata guru dalam meningkatkan kualitas  pembelajaran melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses dan hasil pembelajaran.

c. Berdasarkan pengalaman nyata yang telah dilakukan guru sesuai dengan bidang tugasnya dan terbukti berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran.

D. Aspek Yang Dinilai

1. Keaslian atau orisinalitas hasil karya lomba yang dibuat oleh guru yang bersangkutan.

2. Bersifat inovatif, spesifik, dan sesuai dengan tugas guru, latar belakang siswa, serta situasi/kondisi tempat guru bertugas.

3. Kesesuaian karya tulis dengan kerangka penulisan hasil laporan karya ilmiah.

4. Hasil pembelajaran atau kebermanfaatan.

E. Tim Juri

Tim Juri dalam pelaksanaan Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional terdiri dari unsur Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan  Penjaminan Mutu Pendidikan, Balitbangdiknas, direktorat jenderal terkait, dan pakar yang relevan.

F. Hadiah dan Penghargaan

Bagi pemenang lomba disediakan hadiah berupa uang dengan total nilai sebesar  Rp. 427.000.000,- (Empat ratus  dua puluh tujuh  juta rupiah) dan piagam dari Menteri Pendidikan Nasional.

G. Mekanisme Penyelenggaraan

Mekanisme penyelenggaraan dijelaskan sebagai berikut :

1. Guru peserta lomba mengirimkan karya ilmiah inovasi pembelajaran yang di dalamnya dilengkapi dengan biodata, SK pengangkatan pertama menjadi guru, pengesahan dari kepala sekolah, pernyataan keaslian karya ilmiah,  deskripsi/evaluasi diri, dan dijilid rapi denganwarna cover sesuai jenjang  satuan pendidikan masing-masing, dikirimkan kepada:

”Panita Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional Tahun 2011”

Pusat Pengembangan Profesi Pendidik,

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan,

Kementerian Pendidikan Nasional

Komplek Kemdiknas Gedung D Lantai 14

Jl. Jenderal Sudirman Pintu I Senayan, Jakarta Pusat

Telp. (021) 57974126

http://www.pusbangprodik.org

2. Penilaian Administrasi Naskah:

Tahap pertama dilakukan penilaian naskah dilihat dari kelengkapan administrasi dan keseuaian dengan ketentuan lomba.

3. Penilaian Penentuan Finalis :

a. Tahap kedua dilakukan penilaian terhadap karya ilmiah dilihat dari substansi materi yang dinilai oleh suatu tim penilai tingkat nasional untuk memilih dan menentukan sejumlah karya ilmiah terbaik sebagai finalis.

b. Peserta yang terpilih sebagai finalis lomba akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti  penilaian penentuan pemenang Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional pada waktu yang ditentukan.

4. Penilaian Penentuan Pemenang Tingkat Nasional : Penilaian penentuan pemenang atau juara tingkat nasional dilakukan oleh tim penilai ahli dengan cara wawancara, presentasi dan/atau menggunakan alat  evaluasi lainnya untuk menentukan akurasi dan otentisitas keberhasilan pembelajaran atau bimbingan dan konseling dan keaslian karya para finalis.

5. Penetapan Pemenang Tingkat Nasional

a. Menteri Pendidikan Nasional menetapkan  pemenang I, II dan III untuk masing-masing kelompok pada tiap-tiap jenjang satuan pendidikan.

b. Menteri Pendidikan Nasional memberian penghargaan dan hadiah kepada para pemenang.

H. Tema, Materi, dan Isi Karya Lomba

Sesuai dengan proses seleksi di atas, karya lomba peserta harus mengacu kepada hal-hal sebagai berikut:

1. Tema

Tema lomba adalah  “Melalui Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Kita Wujudkan Guru yang Profesional dan Bermartabat untuk Pendidikan Bermutu”.

2. Materi

Strategi pembelajaran untuk semua mata pelajaran  pada semua jenis dan jenjang pendidikan sesuai dengan bidang tugas masingmasing.

3. Isi

a. Kegiatan penelitian, kajian, evaluasi, deskripsi, atau penciptaan karya inovatif dan kreatif yang dilakukan oleh guru dan terbukti berhasil meningkatkan proses dan/atau hasil pembelajaran.

b. Upaya nyata guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kegiatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian proses dan hasil pembelajaran.

c. Berdasarkan pengalaman nyata yang telah dilakukan guru sesuai dengan bidang tugasnya dan terbukti berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran.

I. Kerangka Penulisan

1. Bagian awal

a. Halaman judul

1) Judul singkat, jelas, relevan dengan isi tulisan, dan diketik dengan huruf kapital.

2) Nama penulis.

3) Kedudukan guru yang menyatakan keberadaan guru pada satuan pendidikan SD/SLB/SMP/SMA/SMK dan mata pelajaran yang menjadi bidang tugasnya.

4) Tanggal penulisan.

b. Halaman pernyataan dan pengesahan kepala sekolah.

Lembaran  ini memuat pernyataan dari guru peserta lomba, bahwa karyanya merupakan karya asli dan belum pernah  diikutkan dalam lomba sejenis. Pernyataan ini ditandatangani  oleh guru peserta lomba dan mendapat  pengesahan atau  persetujuan kepala sekolah dengan bukti tanda tangan, nama, NIP/NIGB/NIY (kalau ada) dan stempel sekolah.

c. Kata Pengantar

d. Daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran bila ada

e. Abstraksi (ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris sebanyak 200 – 300 kata)

2. Bagian inti pembahasan

a. Pendahuluan

Pendahuluan berisi atau mengungkapkan antara lain hal-hal sebagai berikut :

1) Latar belakang

o Menggambarkan bahwa topik atau  fakta yang dikemukakan merupakan  permasalahan  nyata di

kelasnya.

o Menggambarkan bahwa fokus atau substansi utama karya lomba mampu mengatasi permasalahan

pembelajaran dan meningkatkan hasilnya di kelasnya

2) Rumusan masalah yang menggambarkan ruang lingkup atau pembatasan kegiatan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan topik atau fokus permasalahan.

3) Tujuan dan manfaat dari fokus atau substansi utama karya lomba. Rumuskan  secara rinci tujuan (umum dan khusus),dan manfaat dari karya lomba bagi peserta didik, sesama guru, sekolah, dan KKG/MGMP.

b. Kajian teori atau tinjauan pustaka.

Berisi definisi konsep, definisi operasional dan/atau kajian teoritis yang mendasari fokus atau substansi karya lomba. Cara mengutip dan tata tulis referensi atau daftar pustaka menggunakan aturan yang lazim dipakai dalam penulisan karya tulis ilmiah.

c. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran, sehingga melahirkan  hasil terbaik, yang dibuktikan dengan mutu hasil belajar atau perubahan yang signifikan dari perilaku siswa.

Dalam pembahasan dikemukakan tentang  pengalaman nyata guru  yang terbukti berhasil  memecahkan permasalahan di kelasnya, dan meningkatkan kualitas pembelajaran,.

1) Bila fokus atau substansi lomba berupa pembuatan alat/karya kreatif dan inovatif, langkah-langkah yang harus dilaporkan adalah sbb:

a) Rancangan alat

b) Proses pembuatan alat

c) Pembuatan manual/pedoman penggunaan alat

d) Prosedur penggunaan alat dalam pembelajaran

e) Hasil yang diperoleh

f) Evaluasi kebermanfaatan alat

2) Bila fokus dan substansi lomba berupa penerapan metodologi pembelajaran maka langkah-langkah yang harus dilaporkan adalah sbb:

a) Merancang pembelajaran; termasuk penyusunan silabus, RPP, dan skenario pembelajaran

b) Pelaksanaan pembelajaran dengan metode yang dirancang termasuk instrumen  atau alat bantu yang digunakan.

c) Hasil yang diperoleh

d) Evaluasi keberhasilan pembelajaran.

d. Simpulan dan saran-saran

1) Simpulan utama  sesuai dengan fokus atau  substansi lomba.

2) Saran-saran yang ditujukan baik kepada teman sejawat, pengelola satuan pendidikan atau berbagai pihak lain yang relevan.

3. Bagian Akhir

a. Daftar pustaka

b. Lampiran data-data yang diperlukan untuk menunjang kebenaran laporan kegiatan, misalnya:  data hasil belajar, instrumen pengukuran yang digunakan program pembelajaran, foto-foto, video proses pembelajaran (bila ada)  dan lain-lain.

c. Lampiran biodata peserta yang disahkan oleh kepala sekolah (lihat contoh Lampiran 2).

Lampiran 1

CONTOH KERANGKA PENULISAN

Halaman Judul

Halaman Pengesahan

Kata Pengantar

Abstrak (200- 300 kata)

Daftar Isi

Bab I  Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Ruang Lingkup

C. Tujuan

D. Sajian Definisi (apabila ada)

Bab II Langkah-Langkah Pelaksanaan

A. Rancangan alat/skenario pembelajaran

B. Penerapan alat/metodologi dalam pembelajran

C. Instrumen atau alat pengumpulan data

D. Validasi instrumen atau prosedur pembelajaran

E. Teknik analisis data

Bab III  Laporan Hasil

A. Deskripsi hasil pembelajaran

B. Analisis hasil pembelajaran

Bab IV Kesimpulan dan Saran

A. Kesimpulan

B. Saran

Daftar Pustaka

Lampiran

1. Data/informasi yang relevan

2. Biodata

file lengkap : download DISINI

Iklan

Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran Matematika Model Missouri Mathematics Project (MMP)


Model Missouri Mathematics Project (MMP) memuat 5 langkah berikut.

1. Pendahuluan atau Review

a. Membahas PR

b. Meninjau ulang pelajaran lalu yang berkait dengan materi baru

c. Membangkitkan motivasi

2. Pengembangan Read the rest of this entry

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Matematika Berbasis Pemecahan Masalah


Ada empat langkah pada proses pemecahan masalah yang harus dilatihkan kepada para siswa. Berikut ini adalah penjelasan untuk setiap langkahnya.

1. Memahami masalahnya

Pada langkah ini, para pemecah masalah (siswa atau guru) harus dapat menentukan dengan jeli apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Namun yang perlu diingat, kemampuan otak manusia sangatlah terbatas, sehingga hal-hal penting hendaknya dicatat, dibuat tabelnya, ataupun dibuat sket atau grafiknya. Tabel serta gambar ini dimaksudkan untuk mempermudah memahami masalah dan mempermudah mendapatkan gambaran umum penyelesaiannya. Dengan membuat gambar, diagram, atau tabel, hal-hal yang diketahui tidak hanya dibayangkan di dalam otak yang sangat terbatas kemampuannya, namun dapat dituangkan ke atas kertas.

2. Merancang model matematika

Read the rest of this entry

Pembentukan Karakter Peserta Didik melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis Fitrah


Oleh : Achjar Chalil, S.Pd.
(Penulis Buku Pembelajaran Berbasis Fitrah, Balai Pustaka – 2008 dan Guru Mekatronika, SMKN 56 Jakarta)
*) Makalah disampaikan pada tanggal 14 Desember 2008, pada seminar PBF dalam rangka HUT PGRI Kota Solok-Sumbar

I. Rasional

Pendidikan adalah sebuah proses yang tak berkesudahan yang sangat menentukan karakter bangsa pada masa kini dan masa datang, apakah suatu bangsa akan muncul sebagai bangsa pemenang, atau bangsa pecundang sangat tergantung pada kualitas pendidikan yang dapat membentuk karakter anak bangsa tersebut.

Dalam kamus umum bahasa Indonesia, karakter ialah tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Karakter satu bangsa sangat dipengaruhi oleh kultur dasar bangsa tersebut. Jepang memiliki kultur Bushido yang menekankan kesetiaan, kedisiplinan tinggi, dan semangat pantang menyerah. Persentuhan bangsa Eropa dengan Islam melalui Spanyol, Sisilia, dan Perang Salib pada abad ke 11M telah membentuk karakter bangsa Eropa menjadi bangsa pembelajar sehingga mampu menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan karya sarjana muslim di abad pertengahan, yang bermuara pada penguasaan mereka yang tinggi terhadap iptek hingga saat ini. Read the rest of this entry

Teori Belajar dan Pembelajaran


Dua aliran psikologi yang sangat besar mempengaruhi arah pengembangan teori dan praktik pembelajaran dewasa ini adalah aliran behavioristik dan kognitif. Aliran behavioristik  menekankan pada terbentuknya perilaku yang nampak sebagai hasil belajar, sedangkan aliran kognitif lebih menekankan pada pembentukan perilaku internal yang sangat mempengaruhi perilaku yang nampak tersebut.

Teori behavioristik dengan model hubungan Stimulus-Responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon (perilaku) tertentu dapat dibentuk karena dikondisi dengan cara tertentu dengan menggunakan metode drill (pembiasaan) semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement, dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Hubungan S-R, individu pasif, perilaku yang nampak, pembentukan perilaku dengan penataan kondisi secara ketat, reinforcement, dan hukuman merupakan unsur-unsur yang sangat penting dalam teori behavioristik. Teori ini hingga sekarang sedang merajai praktek pembelajaran. Buktinya nampak jelas pada penyelenggaraan pembelajaran dari tingkat yang paling dini, seperti kelompok bermain, Taman kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, sampai dengan Perguruan Tinggi, yaitu pembentukan perilaku dengan cara drill (pembiasaan) yang disertai dengan reinforcement atau hukuman. Read the rest of this entry

Penemuan Penelitian Tentang Teori Elaborasi


Sebagai suatu model yang berusaha mengintegrasikan strategi-strategi yang telah teruji sahih, seperti telah didiskusikan sebelumnya, model elaborasi memerlukan bukti empirik untuk memperkuat landasan teoritiknya. Kajian tentang hal ini diuraikan pada bagian berikut.

Sampai kini, belum banyak penelitian yang dilakukan untuk menguji kesahihan teori elaborasi sebagai strategi untuk mengorganisasi isi pembelajaran. Hanclosky (1986) adalah   orang     pertama    yang    melakukan    penelitian mengenai strategi ini dengan membandingkan sumbangan teori  elaborasi,  advance  organizer,   dan   analisis   tugas dalam belajar konsep dan prinsip. Salah satu dari sejumlah hipotesis yang diuji adalah bahwa untuk belajar konsep dan prinsip teori elaborasi lebih unggul, jika dibandingkan dengan advance organizer dan analisis tugas. Hasil seperti ini diramalkan terjadi dalam pasca-tes. Hasil yang serupa juga diramalkan terjadi dalam tes yang diadakan setelah lima minggu pasca-tes. Read the rest of this entry

Pembelajaran Matematika Berbasis Permainan


Banyak cara untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik, salah satu adalah dengan menggunakan teknik permainan.

Dalam pembelajaran matematika, yang terkenal sebagai pembelajaran yang membosankan, rasanya perlu untuk menerapkan konsep pembelajaran berbasis permainan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi tingkat kebosanan peserta didik. Read the rest of this entry

Software Pembelajaran Matematika


Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di kelas, khususnya pembelajaran Matematika, ada baiknya untuk mencoba menggunakan model pembelajaran berbasis teknologi software komputer. Berikut ini adalah beberapa software yang sangat menarik dan dapat membantu guru dalam menyajikan materi pembelajaran matematika. Read the rest of this entry

  • Back Link